Headline

Aksi Massa, SIMULASI – GERAM Lampung Minta Tambang Emas Diusut

Massa orasi di depan Gedung DPRD Provinsi (ft. istmw)

Bandar Lampung, LB- Solidaritas Masyarakat Peduli Lampung yang tergabung dalam Lembaga SIMULASI-GERAM Lampung menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Provinsi, Rabu (6/2).

Kedatangan puluhan aksi demo tersebut terkait adanya aktivitas pertambangan di wilayah Kecamatan Kendondong, Kabupaten Pesawaran yang sampai sekarang terus beroperasi.

Agung Irwansyah selaku koordinator lapangan (Korlap) mengatakan, bahwa aksi demo yang digelar berkaitan dengan adanya aktivitas pertambangan emas di wilayah Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.

Selain mempertanyakan kejelasan izin, pihaknya juga mendesak agar pihak DPRD Lampung dan Polda Lampung untuk segera mengusut tuntas perusahaan PT. Lampung Kencana Cikantor dan PT. Lampung Sejahtera selaku pengelola, karena diduga telah menggunakan bahan campuran terlarang berupa Merkuri (Air Raksa) saat mengelola emas hasil tambang. “Padahal, hal ini dilarang dan melanggar UU No: 17 Tahun 2017 tentang Merkuri,” kata Korlap.

Selanjutnya, selain DPRD dan aparat penegak hukum, SIMULASI – GERAM Lampung juga meminta agar warga masyarakat, khususnya warga Babakan Loa dan Warga Cikantor, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran ikut serta mengawal kasus ini.

“Kami meminta, selain penegak hukum, warga juga ikut mengawal kasus ini. Sehingga, kasus ini benar-benar bisa terungkap dan pihak perusahaan diproses secara hukum,” pungkasnya.

Di sisi lain, menurut Agung, warga Babakan Loa dan Warga Cikantor berdasarkan hasil investigasinya membenarkan bahwa di lokasi pertambangan kedua perusahaan tersebut telah menggunakan gelundungan (Amalgamasi) yang memang menggunakan merkuri untuk maksud mengekstrak emas dari bijih dengan membentuk Amalgam yang merupakan campuran dari merkuri dan emas dengan jumlah perbandingan yang sama.

“Kemudian Amalgam yang pernah terbentuk kemudian dipanaskan untuk menguapkan merkuri dari campuran, sehingga hanya emas yang akan tersisa,” ujarnya.

Metode ini menurut Agung, dianggap lebih efektif dan efisien. Karena dapat dikerjakan oleh satu orang.

“Sementara dampak dari merkuri pernah terjadi di Teluk Minamata, Jepang pada tahun 1959 yang sering disebut juga sebagai Tragedi Minamata. Dimana tragedi Minamata akibat merkuri menyebabkan kelumpuhan syaraf seperti kejang, lumpuh, dan gangguan fungsi kerja sistem syaraf yang sangat fatal pada seluruh penduduk di daerah tersebut,” paparnya.

Melihat dari kejadian tersebut, United Nations Environment Programme (Unep) menghasilkan keputusan untuk memulai langkah internasional guna mengelola penggunaan merkuri secara efektif, efisien dan koheren. Konvensi ini disetujui oleh 121 negara termasuk Indonesia.

Untuk itu Lembaga Serikat Masyarakat Masyarakat Lampung Anti Korupsi (SIMULASI-GERAM) Provinsi Lampung turun ke jalan dan menyuarakan kepada segenap masyarakat Lampung dan menyampaikan kepada aparat penegak hukum khususnya Kapolda agar segera turun tangan dalam melakukan pemeriksaan di lapangan untuk menutup tambang emas dan melakukan penahan terhadap koordinator lapangan dan penanggung jawab pertambangan emas tersebut.

“Demi kepentingan masyarakat khususnya di Babakan Loa dan Cikarang, Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran,” tandasnya. (red)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

2 + = 6