Headline Kriminal

Aktivis HAM Sayangkan Napi Wayhui Diikat di Pohon

foto: istimewa
Warga Binaan Rutan Way Huwi, Lamsel, Apriansyah

lintasberita.id- Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Lampung Timur, Edi Arsadad sangat menyayangkan adanya perlakuan tidak manusiawi yang terjadi terhadap warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Way Huwi, Lampung Selatan.

“Menurut kami apa yang dilakukan oleh salah satu petugas rutan dengan cara mengikatnya di pohon itu tidak manusiawi,” katanya saat di konfirmasi, Sabtu. (7/9/2019).

Dia menduga, hal tersebut mungkin sudah sering terjadi di dalam rutan, namun kebetulan baru salah satu warga binaan atas nama Apriansyah yang terbukti.

Dengan kejadian itu, pihaknya mendesak kepada pejabat terkait dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM agar memberikan sanksi kepada para sipir yang terlibat dan juga melakukan evaluasi terhadap Kepala Rutan Way Huwi.

“Kami mendesak agar Kepala Rutan Way Huwi dievaluasi, apabila terbukti mengetahui dan melakukan pembiaran terhadap anggotanya yang melakukan pelanggaran,” kata dia.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas ) Kanwil Kemenkumham Lampung, Edi Kurniadi sebelumnya mengatakan petugas rutan tengah menjalani pemeriksaan oleh tim internal.

Menurut dia, salah petugas rutan berinisial J itu kemungkinan hanya akan diberikan sanksi berupa kode etik dan profesi. Karena menurutnya warga binaan yang diikat di pohon tidak mengalami perlakuan kekerasan seperti penganiayaan.

Dia juga menegaskan, bahwa apa yang telah dilakukan oleh salah satu petugas rutan sangat tidak dibenarkan. Apalagi perbuatan itu karena adanya kepentingan pribadi.

Terkait handphone masuk, Lanjut Edi dirinya berdalih hal itu karena adanya kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan kekurangan itu, pihaknya akan lebih meningkatkan kembali SDM.

Seorang warga binaan di Rutan Way Huwi, Lampung Selatan atas nama Apriansyah mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Dia diduga telah diintimidasi oleh salah satu petugas rutan setempat dengan cara diikat di pohon palem yang berada di halaman rutan setempat.

Warga binaan itu ternyata mempunyai sangkutan utang piutang jual beli rumah oleh seseorang di luar rutan. Salah satu petugas yang juga keluarga dari orang yang tertipu itu kemudian meminta kepada petugas rutan untuk mendesaknya agar bisa membayar utangnya. (Eko)

Add Comment

Click here to post a comment

− 4 = 1

Lintas Berita di Twitter