oleh

Aktivis HAM Sesalkan Pernyataan Kapolda Lampung

Lintasberita.id- Aktivis Hak azasi manusia (HAM) mengkritik pernyataan Kapolda Lampung “Pelaku Bom cikal bakalnya banyak dari Lampung” .

Pernyataan Kapolda dinilai bisa melukai hati warga Lampung, Jendral bintang dua itu diminta meralat pernyataannya tersebut.

”Ungkapan seperti ini bisa melukai hati rakyat Lampung, dan harus di luruskan” ujar Edi Arsadad, Rabu,30/03/2021 di Lampung Timur.

Edi juga mempertanyakan dari mana dasar Kapolda mengatakan bahwa cikal bakal teroris banyak dari Lampung,

“Kalau orang bicara itu kan harus berdasar data dan fakta, nah Kapolda ini mendapat laporan atau melakukan survey koq bisa ngomong gitu ?” Imbuh Edi.

Kata Edi Kapolda bukan hanya sekali melakukan blunder, Saat melakukan kunjungan ke daerah dan Kabupaten Kapolda juga membuat pernyataan yang dianggap tidak sesuai dengan semboyan institusi kepolisian.

Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugianto meminta anggotanya menembak pelaku curat, Curas dan Curanmor (C3) yang meresahkan.

”Semboyan polisi ini kan melindungi, Mengayomi dan Melayani, alangkah baiknya aparat bertindak lebih humanis dan mengedepankan pencegahan dari pada penindakan”

Masih Edi, Aparat kepolisian dalam menjalankan tugas dan fungsinya sudah diatur sedemikian rupa oleh Undang undang. Baik penangan terhadap Pelaku kriminal ataupun tugas yang lainnya.

Pernyataan Kapolda yang secara langsung meminta pelaku C3 ditembak bisa berpengaruh secara psikologis kepada anggotanya yang di bawah. Harusnya Kapolda meminta anggota kepolisian dalam melaksanakan tugasnya tetap patuh dengan SOP dan Undang undang yang ada.

” Inikan berbahaya, bisa saja nanti dilapangan seorang pelaku pidana sudah menyerah tidak melawan ditembak juga alasanya adanya perintah atasan, jadi tidak boleh sebuah perintah itu bertentangan dengan Undang undang” Ungkap dia.

Edi berharap para aktivis, tokoh dan akademisi tidak tinggal diam atas pernyataan yang bisa merugikan warga dan daerah Lampung.

“Jangan diam, ketika ada yang dirasa melenceng wajib di Kritisi, ini Lampung Yai” pungkasnya.

Sebelumnya pada Selasa, (30/03) Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno menyebut selama ini pelaku bom cikal bakalnya banyak berasal dari Lampung.

Hal itu ia lontarkan saat menanggapi terjadinya bom bunuh diri di Makasar.

Hendro meminta jajarannya siaga menyikapi adanya bom di Gereja Katedral Makassar.

“Bom di depan Gereja Katedral Makassar jangan sampai terjadi di Lampung,” ujar Hendro, saat silaturahmi dengan Pemimpin Redaksi media massa di Lampung, Selasa (30/3/2021).

Menyikapi adanya bom di Makassar ini, Hendro menginstruksikan kapolres dan jajaran agar kasus di sana tidak terjadi di Lampung.

“Selama ini, pelaku bom cikal bakalnya banyak berasal dari Lampung. Maka ini kita terus pantau,” kata Hendro. Dilansir Suaralampung.id

Kapolda menegaskan kebijakannya sudah jelas sebagaimana diatur dalam undang -undang, menjaga kamtibmas di Lampung harus terus kondusif.

Sebab itu, dia juga mengharapkan peran semau pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga kasus bom di Makassar tak terjadi di Lampung. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed