Kriminal

Akui Salah, Jaksa Tuntut Cik Ely Dua Tahun Penjara

(foto: eko)
Terdakwa Elyana Subekti saat meninggalkan Persidangan.

Lintasberita.id- Sidang tuntutan pencemaran nama baik klinik kecantikan Skin Rachel dengan terdakwa Elyana Subekti Alias Cik Ely (59) di gelar di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang, Senin (20/5/2019).

Dalam persidangan dengan Majelis Hakim yang di ketuai oleh Hakim Pastra Joseph Ziraluo itu, Cik Ely terlihat menangis tersedu- sedu saat memberikan pembelaan secara lisan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Salahuddin menuntut terdakwa dengan tuntutan dua tahun penjara dan denda Rp. 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dalam pembelaannya, Cik Ely mengakui kesalahan yang telah di lakukannya dan memohon kepada mjelis hakim untuk memberikan hukuman seringan – ringannya.

“Yang Mulia, usia saya hampir 60 tahun, saya mengakui kalau saya bersalah, saya mohon Yang Mulia memberi hukuman seringan -ringannya, sehingga sisah hidup saya bisa bersama anak dan cucu,” kata Cik Ely sambil menangis.

“Saya menyesal, saya juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi,” timpalnya.

Usai mendengar pembelaan secara lisan dari terdakwa, Jaksa Salahuddin tak gentar, dan tetap pada tuntutan sebelumnya.

Dalam dakwaan Jaksa, pada sekitar tanggal 17 Juli 2017 Atau pada sekitar bulan Juli 2017, atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu lain di tahun 2017 bertempat di Jl. Basuki Rahmat No. 21, Kota Bandar Lampung, Lampung atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih berada dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tanjung Karang.

Terdakwa dengan sengaja, dan tanpa hak melakukan perbuatan mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain, perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwadengan cara sebagai berikut:

Bahwa pada tanggal 17 Juli 2017 bertempat di Jl. Basuki Rahmat No. 21, Kota Bandar Lampung, Lampung, terdakwa telah memberikan pernyataan kepada wartawan di kantor DPRD Kota Bandar Lampung yang menyatakan bahwa saksi dr. Robot Setiadi Leo dan klinik Skin Rachel telah melakukan malpraktik kepada Terdakwa Elyana Subekti ketika terdakwa melakukan perawatan kulit (peeling) sehingga mengakibatkan lengan kiri Terdakwa Elyana Subekti mengalami luka dan terdakwa juga telah diusir pada saat mendatangi klinik Skin Rachel dengan maksud untuk membeli cream dan lain lain.

Bahwa Pernyataan terdakwa Elyana Subekti yang disampaikan kepada para wartawan tersebut kemudian dimuat dalam berita di media daring (online) pada hari dan tanggal yang sama pada tanggal 17 Juli 2017 dan dimuat di Fajarsumatera.com, Rakyatlampung.co.id, Binaar.com dan kupastuntas.com. dan pada tanggal 18 Juli 2017 pernyataan Terdakwa Elyana Subekti tersebut kembali dimuat dalam media daring (online) diantaranya radarlampung.com dan juga diupload ke youtube chanel milik Media Nusantara News pada tanggal 9 Juli 2017.

Bahwa saksi M. Yuniza Bin Saroni Hamid, selaku Pimred media Online Biinar.com, yang telah membuat berita di media online Biinar.com setelah saksi mewawancarai Terdakwa Elyana Subekti di rumah makan Jumbo Kakap Teluk Betung Bandar Lampung dan di Kafe The Musik Garuntang teluk betung selatan, pada saat terdakwa Elyana Subekti bersama penasehat hukumnya melakukan konfrenrsi pers terkait laporkan Doktor Robot ke Mapolda Lampung.

Bahwa pernyataan terdakwa Elyana Subekti didasari atas pendapatnya sendiri dan disampaikan secara terbuka kepada para wartawan yang kemudian tersebar luas melalui media masa dan youtube. Yang akibat dari pemberitaan di media masa tersebut dr. Robot Setiadi Leo merasa nama baiknya dicemarkan dan juga klinik Skin Rachel mengalami kerugian karena penurunan jumlah pasien akibat pemberitaan tersebut. (Eko)

Add Comment

Click here to post a comment

49 + = 55

 

Lintas Berita di Twitter