Headline

‘Alay’, Bos Tripanca Ditangkap Kejati Bali

Alay saat melakukan pemeriksaan oleh dokter di Kejati Bali (ft.scs)

Bandar Lampung, LB- Sugiharto Wiharjo Alias Alay yang merupakan buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung berhasil diamankan ‎oleh petugas dari Kejati Bali. Rabu (6/2).

Alay tersandung kasus korupsi APBD Lampung Timur (Lamtim) senilai Rp 108 miliar, ia berhasil di amankan di salh satu hotel di Kawasan Tanjung Benoa. Kemudian Alay dibawa menuju Kantor Kejati Bali di Jalan Tantular Renon Denpasar.

Setibanya di Kantor Kajati, Alay yang mengenakan kaos hitam dan menggunakan topi biru langsung dibawa ke ruangan lantai dua. Di ruangan tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Alay dari dokter RS Bali Mandara yang didatangkan oleh Kejati Bali.

Dari sumber Kejaksaan Tinggi Bali menyampaikan pihaknya saat ini menunggu petugas dari Lampung yang menangani kasus tersebut guna menjemputnya dan membawa pulang Alay ke Lampung.

“Kita masih nunggu dari Lampung yang mau jemput dia. Bisa hari ini bisa besok baru datang kalau besok datangnya ya kita tahan dulu di ruang tahanan,” ucap sumber tersebut.

Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis hukuman 18 tahun penjara terhadap Bos Tripanca Group itu. Yang ‎sebelumnya, Alay telah dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang.

Alay lalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Lampung. Pengadilan Tinggi Lampung menguatkan putusan PN, sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan Kasasi Ke Mahkamah Agung (MA).

Dengan vonis 18 tahun artinya Alay harus kembali mendekam dalam penjara. Upaya untuk mengeksekusi Alay agar masuk ke penjara bukan perkara mudah. Alay sendiri pernah kabur pada saat dia ditetapkan sebagai tersangka menyusul kolapsnya bank miliknya.

Bersamaan dengan bangkrutnya Bank Tripanca milik Alay dan diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), ratusan miliar uang nasabah termasuk uang APBD Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Tengah yang didepositokan di Bank Tripanca tidak bisa ditarik.

LPS tidak bisa mengganti uang APBD Lampung Timur dan Lampung Tengah, karena ternyata uang APBD itu disimpan dengan cara di bawah tangan (under table), tanpa melalui pembukuan perbankan yang semestinya.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Lampung Ari Wibowo mengiyakan kabar tertangkapnya Alay oleh Kejati Bali. Saat ini pihaknya juga masih melakukan koordinasi denga Kejaksaan Tinggi Bali.

“Terkait informasi dan berita Alay di tangkap, saat ini kami masih berkoordinasi dengan Kejati Bali. Untuk info lebih lanjutnya nanti kami sampaikan,” ungkapnya. (eko/*)

Add Comment

Click here to post a comment

31 − = 28

 

Lintas Berita di Twitter