oleh

Ancam Anggota Dewan, Mahasiswa UBL Disidangkan

lintasberita.id- Sidang dengan terdakwa Robby Ariansyah (20) mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) dalam kasus pengancaman terhadap anggota DPRD Kabupaten Pesawaran Olan Fitrionando digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang, Selasa (18/2/2020).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yessie Indra Anggun Dwi Putri, SH., menyatakan, bahwa hari Sabtu, 28 September 2019 sekitar jam 16.30 Wib, saksi korban mengendarai mobil jenis Honda Freed berwarna hitam BE 2955 AD di Jalan Lintas Sumatera, Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng, Pesawaran.

Pada saat itu, kondisi jalan sedang ramai dan macet dikarenakan sedang ada proyek jalan, kemudian dari belakang dengan kecepatan tinggi datang mobil Toyota Rush warna coklat metalik tahun 2018 BE 1517 YG yang dikendarai oleh terdakwa berusaha mendahului kendaraan saksi korban.

“Dikarenakan kondisi jalan yang sempit dan ramai, sehingga mobil yang dikendarai terdakwa tidak dapat mendahului mobil saksi korban, kemudian dari dalam mobil, terdakwa memaki- maki sambil menunjuk kearah saksi korban,” kata Jaksa.

Dalam surat dakwaan Jaksa tersebut, terdakwa sempat menodongkan senjata tajam pisau karambit sambil mengancam dengan mengatakan kepada saksi korban “Saya matiin kamu nanti.! Kamu bukan lawan saya” setelah itu polisi lalulintas datang dan bersama warga melerai, namun terdakwa tetap berusaha menyerang saksi korban dengan cara menendang dan mengenai kaki saksi korban.

Tidak hanya sampai disitu saja, sekira jam 16.45 Wib, terdakwa mendatangi rumah saksi korban di Dusun Bumi Jaya Rt/Rw 007/004, Bumi Agung, Tegineneng Kabupayen Pesawaran dengan mengendarai sepeda motor Matic warna biru putih BE 2955 AD, lalu didepan pintu pagar rumah saksi korban, terdakwa menghunuskan senjata tajam jenis pedang sepanjang ±50 cm didepan rumah saksi korban sambil mengancam.

““Keluar kamu lan.! Sini saya bunuh kamu” namun saksi korban tidak menghiraukannya, dan pada akhirnya saksi Saferi Ferdian datang dan mencegah terdakwa sehingga terdakwa pulang kembali kerumah,” imbuh Jaksa.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Angga Alfian, SH didampingi rekannya menerangkan, bahwa kliennya tersebut terlibat kasus pengancaman, dan didakwa dengan pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP, namun dalam pengancaman tersebut belum terjadi kontak fisik.

“Ribut sesikutan di jalan, saling tidak terima, saling tegor, saling anceman. Ribut di jalan dan berujung sampai ribut ke rumah, tapi tidak ada kontak fisik dan indikasi kekerasan, itu tidak ada,” kata dia.

Menurutnya, saat ini upaya damai masih terus dilakukan oleh pihak terdakwa hingga sebelum sampai dalam sidang penuntutan.

“Sudah pernah saat itu sekali, namun tidak mau, pelapornya yang tidak mau, saat itu lewat pak camat juga tetap tidak mau.” kata dia lagi.

Sidang beragendakan dakwaan dengan majelis hakim yang diketuai oleh Efianto D, SH.MH., tersebut, langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi sebanyak enam orang, termasuk saksi korban dan dua anggota polisi lalulintas. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed