oleh

Ancam Bedil Wartawan, FW-MTB Minta Polres Tubaba Proses Akun Sri Widodo

lintasberita.id- Ketua Forum Wartawan Media Harian Tubaba Bersatu (FW-MTB) Kabupaten Tulangbawang Barat, Ari Irawan menyayangkan komentar dengan nada ancaman “Dibedil” (ditembak,-red) akun Facebook atas nama Sri Widodo. Dia juga meminta kepada Kepolisian untuk segera memproses secara hukum.

Menurut Irawan, diduga akun Sri Widodo merupakan akun milik salah seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, ancaman tersebut ditujukan kepada Budiman, salah seorang reporter TV streaming.

“Pemilik akun Facebook atas nama Sri Widodo harus diproses secara hukum, komentarnya telah melecehkan profesi wartawan, itu bentuk ancaman terhadap profesi wartawan, komentar tersebut sangat berbahaya,” kata Irawan, Sabtu (29/2/2020).

Irawan juga menegaskan, Polisi juga harus pro aktif untuk melindungi dan memberi masukan terhadap profesi wartawan.

“Atas komentar akun Facebook Sri Widodo ini, Polisi harus serius mengungkap siapa pemilik akunnya, dan menegakan hukum sesuai dengan Undang- undang, sehingga kami wartawan dapat melaksanakan tugas di Kabupaten Tubaba ini dengan aman,” kata Irawan.

Menurut Irawan, Kepolisian dalam hal ini Polres Tubaba diminta tidak main- main dalam menangani persoalan yang menyangkut keselamatan profesi jurnalistik.

“Wartawan, khususnya yang bertugas di Kabupaten Tubaba ini hubungan dan bermitra dengan PolresTubaba cukup baik. Sudah semestinya, kami wartawan menjalankan tugas tidak akan ada rasa takut karena ancaman seperti yang dilontarkan oleh akun Sri Widodo tersebut,” ujarnya.

“Dalam kasus ini, lanjut Irawan. Jika pihak SMK Muhammadiyah Tumijajar keberatan dengan pemberitaan, tidak perlu mengancam di media sosial. Tetapi pihak sekolahan juga memiliki hak- hak terkait pemberitaan, hak jawab, hak klarifikasi dan hak- hak lainnya. Sekali lagi saya meminta agar kasus ini direspon cepat oleh Polres Tubaba,” timpal Irawan.

Selain persoalan ancaman terhadap profesi wartawan, Irawan juga meminta agar Pemerintah memperhatikan persoalan pungutan biaya sekolah di Kabupaten Tubaba. Sebab, pungutan yang berkedok sumbangan ini, kerap menjadi kendala bagi warga yang tidak mampu, sehingga di Tubaba banyak terjadi anak yang terpaksa putus sekolah atau orang tua mereka berhutang ke rentenir untuk biaya sekolah.

Diketahui, akun Facebook Budiman Reporter TV Streaming men-share berita terkait dugaan Pungli yang terjadi di SMK Muhammadiyah Tumijajar, dalam komentar terakhirnya Akun Sri Widodo berujar. “Haaa hati2 sampean dibedil nanti,” ancam akun tersebut. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed