Ruwa Jurai

Awasi Tiga Kabupaten, BBPOM Bandar Lampung Amankan Makanan Berbahaya

Bandar Lampung, Lintasberita- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandar Lampung mengamankan pangan berbahaya berupa kerupuk dan makanan cemilan yang mengandung Rhodamin B atau pewarna tekstil. Hal itu dikatakan Kepala BBPOM Bandar Lampung, Dra. Syamsuliani, Apt, MM saat menggelar konferensi pers di Kantor BBPOM, Senin (12/2) pagi.

Syamsuliani memaparkan, bahwa BBPOM Bandar Lampung melakukan pengawasan dari tiga kabupaten, yakni Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Pringsewu. Selama dua minggu di tujuh pasar dilakukan pengujian bahan berbahaya terhadap 295 sampel dan 36 sampel tidak memenuhi syarat (TMS) atau mengandung bahan berbahaya.

“Wilayah Bandar Lampung dilakukan pengawasan di Pasar Tugu, Pasar Way Kandis, dan Pasar Panjang. Dari 56 sampel yang diambil di Pasar Tugu, ada 6 sampel yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan 5 diantaranya mengandung Rhodamin B seperti makanan cenil, cendol, sagu mutiara, kelanting, serta satu sampel mengandung boraks (bleng), sedang di Pasar Way kandis dari 55 sampel, 54 memenuhi syarat (MS), 1 tidak memenuhi syarat (TMS) yaitu mengandung Rhodamin B yaitu kerupuk singkong, dan di pasar panjang dari 58 sampel, 54 MS dan 4 TMS, 3 sampel mengandung Rhodamin B dan 1 mengandung Boraks. Sedangkan untuk di Pasar Terminal, area Car Free Day, Pasar Gading Rejo, dan Pasar Sukoharjo serta Pasar Natar juga ditemukan bahan berbahaya,” paparnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Syamsuliani bersama jajarannya akan bekerjasama dengan dinas perdagangan kabupaten/kota dan pemerintah daerah.

“Kami bersinergis dengan instansi terkait bersama-sama melakukan pembinaan, selain itu kita melakukan pelatihan-pelatihan, kita juga melakukan edukasi yang tidak hanya untuk produsen tetapi juga konsumen, karena konsumen juga perlu kita edukasi, sebagai contoh masyarakat Pringsewu menginginkan warna yang mencolok, sedangkan warna tersebut merupakan warna berbahaya, dan upaya lain adalah bekerjasama dengan Dinas Perdagangan untuk memasang spanduk di pasar – pasar tradisional yang berisi waspada produk berbahaya,” pungkasnya. (usi)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

+ 20 = 22