oleh

Balita 10 Bulan Meninggal, Polres Tubaba Belum Proses Kasus Lakalantas

Lintasberita.id– Ditengah keadaan berduka cita Jenika Anggraini didampingi sang suaminya Darwin menyambangi Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) untuk memberikan keterangan dan kesaksian dihadapan penyidik atas terjadinya lakalantas yang menimbulkan korban jiwa putra semata wayangnya yang berusia 10 bulan. jum’at (5/11/2021)

Seusai memberikan keterangan di ruang penyidik lakalantas Mapolres Tubaba Jenika Anggraini dan Darwin beserta mertuanya Eka wati, Hepni, juga menyempatkan waktu mendatangi kantor persatuan wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Tubaba, untuk menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada seluruh insan pers di Tubaba yang telah peduli atas musibah yang dialaminya.

” Kedatangan kami di kantor PWI Tubaba ingin menyampaikan ungakap terimaksih kepada seluruh organisasi wartawan yang ada di tubaba, yang mana musibah yang kami alami sempat viral di sejumlah media online ataupun cetak,” kata Jenika.

“Selain berterima kaksih tentu kami mengharapkan dukungan sekaligus kami juga memberi tahu bahwa kami tadi sudah memberikan keterangan di mapolres Tubaba untuk melengkapi berkas laporan polisi,” jelasnya Jenika.

“Saya bersama ibunda saya tadi sudah memberikan keterangan dan penceritakan kronologis kejadian, terkait musibah kecelakaan yang memakan korban jiwa bayi kami Aldafi Anggara Balita usia 10 bulan menghembuskan nafas terakhir meninggal dunia menghadap sang ilahi di rumah sakit muhammadiyah metro setelah menjalani pengobatan medis selama 7 hari,” kata Jenika lagi.

Jenika menambahkan, pasca kejadian tersebut korban anaknya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya anak saya mengalami pendarahan di bagian kepala, hingga batok kepala korban mengalami keretakan tulang kepala Sementara dirinya hanya luka lebam sedikit saja.

“Sejak kejadian itu anak saya dirawat 7 hari di Rumah Sakit Muhammadiyah Metro, selama dirawat pihak terduga tidak pernah sekali pun mengunjungi kami hingga saat ini,” terangnya.

Pasca kejadian itu kata dia, korban Aldafi Anggara telah pulang ke pangkuan ilahi, meninggal dunia, bahkan pihak terduga pelaku juga tidak pernah menghubungi baik via telepon sekalipun, semua keluarga besar mengharapkan pelaku dapat dihukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Dalam kesempatan itu juga Polres Tubaba berharap kepada pihak kepolisian dapat segera meangamankan terduga pelaku Driver Mobil Pick Up Gran Max inisial S (42) untuk mengantisipasi hal- hal yang tidak di inginkan.

” Hingga sejauh ini baik pihak pemilik Mobil Pick Up Grand Max dan terduga pelaku Driver belum ada itikad baik karena itu, saya selaku ayah kandung korban minta keadilan yang seadil adilnya dari pihak kepolisian, agar segera mengamankan Driver sebagai terduga Pelaku utama. Bahkan atas kejadian ini kami mohon perhatian khusus dari Kapolda Lampung.” kata Darwin.

“Untuk mengantisipasi hal hal yang tidak di inginkan ,kami mengharapkan pelakunya diamankan dulu oleh polres tubaba, bayangkan saja orang tua kami kakek dari anak kami hingga saat ini masih terus hesteris dia belum menerima sepenuhnya musibah yang dialami cucungnya setiap malam bapak saya selalu ke tempat pemakaman umum untuk melihat cucungnya_”

“Sudah dua kali kami kaget melihat orang tua kami menghilang dari rumah pada tengah malam, setelah dicari oleh keluarga sudah tau -taunya dia sudah diketemukan berada di TPU,” katanya dia mau nemenin cucunya.

Sentara ditempat terpisah Kasat Lantas Polres Tubaba Iptu Suarjono Suryaningrat, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan Telepon selulernya menjelaskan.

“Sebelumnya pada hari Senin (1/11/2021) lalu pihaknya telah meminta keterangan dari pengemudi mobil, dan keesokan nya kita juga telah memanggil 2 orang saksi warga sekitar yang melihat kejadian.” katanya.

Berdasarkan hari ini sesuai dengan laporan polisi Nomor : LP /8/ 383 /XI/2021/SPKT SATLANTAS/POLRES TULANG BAWANG BARAT/POLDA LAMPUNG tanggal 01 November 2021, kita telah memanggil dari pihak korban, terdiri dari Pengemudi dan nenek yang dibonceng untuk dimintai keterangan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan yang kita lakukan dengan meminta keterangan dari masing-masing pihak tersebut, ternyata tidak ada yang sinkron, semua memiliki versi cerita yang berbeda-beda. Oleh karenanya, kita belum dapat menyimpulkan apakah pihak dari Mobil Pick Up atau Motor yang salah disini.” jelasnya.

“Untuk itu lanjut dia, besok Sabtu (6/11/2021) kita memutuskan akan menggelar Reka Ulang Kejadian pukul 08-09 : 00 Wib, dengan memanggil semua pihak bersangkutan,”

“Agar dapat diketahui mana pihak yang salah mana yang benar, untuk kemudian ditindaklanjuti dan diproses secara hukum,” katanya. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed