oleh

Belum Melengkapi Izin, DPRD Tubaba Minta Kandang Milik Ronny Ditutup

Lintasberita.id- Mendapat Informasi adanya keluhan Warga terkait keberadaan Kandang Ayam di Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), tiga Kepala Dinas terkait Kabupaten Sambangi langsung ke Lokasi Kandang.

Ketiga Dinas yang turun ke lokasi kandang tersebut diantara, Dinas Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM&PPTSP) dan disusul dengan ketua komisi I DPRD Tubaba yang bertemu langsung dengan Rony selaku Pemilik Usaha Ayam petelur tersebut.

Dilokasi Kandang, Amrullah Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Tubaba menuturkan bahwa, usaha Ayam Petelur tersebut kalau untuk di Dinas terkait sudah selesai.

“Secara tehknis memang sudah terpenuhi, termasuk UKL/UPLnya pun sudah selesai, namun memang ada Beberapa persyaratan yang belum dilakukan oleh Pihak kandang, seperti tempat pembakaran bangkai dan saluran limbah, sementara pada saat rapat di Dinas dulu sudah disampaikan dan pihak kandang bersedia memenuhi itu tapi nyatanya memang belum dibuat, sehingga dapat berdampak buruk bagi lingkungan sekitar,” kata Amrullah saat meninjau lokasi kandang ayam tersebut pada Selasa, (31/3/2020).

Terkait belum adanya perlengkapan yang dibutuhkan oleh kandang tersebut Amrullah menyampaikan, memang ada sanksi terkait hal tersebut.

“Sanksi dari kami berupa teguran, dan kalau pihak kandang tidak bersedia Memenuhinya maka UKL/UPLnya akan kita cabut, karena ini sudah melanggar apa yang sudah ditentukan dan tercantum dalam UKL/UPL,” jelasnya.

Sementara Lukman, selaku Kepala Dinas PM&PPTSP Kabupaten Tubaba menyebutkan, terkait IMB kandang ayam petelur tersebut pihaknya memang belum mengeluarkannya, namun pemilik kandang sudah membangun, bahkan parahnya lagi dua kandang sudah beroprasi dengan di isi sekitar 9 ribu ekor ayam .

“Untuk Permohonannya memang sudah lama disampaikan ke kami, namun kalau pengajuan untuk pengesahan dan persetujuannya baru disampaikan Kemarin (Senin, 30 Maret 2020), dan itu belum kami proses karena masih akan dicek dulu baik secara Administrasi hingga di lapangan, maka hari ini kami turun dan sesampainya dikandang memang sudah dimulai proses pembangunannya, bahkan sudah terisi ayam,” terangnya.

Saat dipertanyakan terkait persoalan sudah dimulainya proses pembangunan sementara IMBnya sendiri belum diterbitkan, Lukman menjabarkan, kalau sesuai aturan memang seharusnya IMB terbit baru bisa mulai proses pembangunannya.

“Kalau bicara secara aturan memang seperti itu, IMB terbit dulu baru bisa dimulai proses pembangunannya, namun ini mungkin karena proses di TKPRD Sudah selesai dan itu yang dijadikan mereka Acuan.” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Yantoni Ketua Komisi I DPRD Tubaba dengan tegas meminta agar pembangunan dan aktifitas kandang dihentikan sebelum seluruh Izinnya selesai,

“Sebelum semua izinnya ada dan jelas, saya minta kandang ini di tutup dulu, karena selain melanggar peraturan pemerintah daerah pemilik kandang juga belum membangun saluran limbah dan tempat pemusnahan bangkai sebagai syarat wajib para peternak jika mendirikan kandang ayam, jadi ini urusannya juga menyangkut kesehatan masyarakat, untuk itu saya meminta dengan tegas aktifitas dikandang ini dihentikan dan kandang di tutup dulu,” tegasnya. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed