Bandar Lampung Ruwa Jurai

Berbasis Teknologi, Ini Fungsi SPPT-TI Milik Lapas Kelas 1A Bandar Lampung

foto: ekosam
Kalapas Syafar P.R (kanan) dan Kasreg Muchlisin (kiri) pantau pemasangan SPPT-TI.

lintasberita.id- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 A Bandar Lampung (Rajabasa) menerima pengadaan barang SPPT-TI (Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi) dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, hal tersebut diungkapan oleh Kepala Lapas Kelas 1 A Bandar Lampung Syafar Pudji Rochmadi, Kamis (5/9/2019).

“Benar, kita dapat alat yang dinamakan SPPT-TI dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, fungsinya yakni untuk memudahkan warga binaan dan keluarga warga binaan untuk melihat data- data yang ada pada warga binaan itu sendiri,” ungkapnya.

Syafar menjelaskan, dengan alat tersebut warga binaan maupun keluarga dari warga binaan bisa dengan mudah mendapatkan informasi maupun data hanya dengan menempelkan sidikjari saja, dan akat akan otomatis memperlihatkan data – data dari warga binaan itu sendiri, seperti kapan dia akan pulang, berapa kali mendapatkan remisi, dan lainnya.

“Ini untuk mempermudah pelayanan yang ada di Lapas Rajabasa, untuk keluarga dari warga binaan hanya berlaku untuk keluarga inti saja, nanti kita akan data, seperti Kartu Keluarga (KK) dan lainnya, baru dilakukan sidikjari oleh keluarga yang benar-benar inti,” terangnya Kalapas.

Sementara itu, Kasi Registrasi Lapas Kelas IA Bandar Lampung, Muchlisin menambahkan, bahwa alat SPPT-TI tersebut sudah tersalur di server milik Lapas dan dikendalikan dari pusat. Selain itu, alat tersebut juga sengaja ditempatkan di ruang kunjungan, dimana tempat itu merupakan tempat pertemuan antara warga binaan maupun keluarga dari warga binaan itu sendiri.

“Jadi untuk alat SPPT-TI ini pengaktifannya langsung dari Jakarta, artinya kita mendapat alat, ketika diaktifkan harus mendapatkan lisensi dari Jakarta, kita minta persetujuan. Jadi kedepan jika ingin kunjungan silahkan membawa KK dan akan di data, jadi tidak sembarangan mengaku keluarga,” timpal Muchlisin. (Eko)

Add Comment

Click here to post a comment

7 + 3 =

Lintas Berita di Twitter