Headline

Bersama Wanita Tanpa Busana, Oknum Kepala Sekolah Berdalih Dijebak

Lampung Selatan, Lintasberita- HM, Oknum Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK N) di Lampung Selatan mengakui jika dirinya sempat di grebek oleh warga dengan seorang wanita tampa busana di sebuah penginapan kelas melati di Bandar Lampung.

Saat di mintai tanggapan (Lintasberita.id), HM berdalih jika dirinya di jebak oleh seseorang. “Iya mas, memang saya di grebek di dalam kamar penginapan, tapi saya yakin kalau saya di jebak, ini modus kejahatan baru,” ungkapnya.

Menurut HM, berawal dirinya di telpon oleh seorang wanita yang mengaku dari Hanura Kab. Pesawaran, wanita tersebut meminta untuk dicarikan pekerjaan, kemudian keduanya membuat janji bertemu sebuah Mall di Bandar Lampung.

Setelah bertemu wanita tersebut, Lanjut HM. Dirinya diajak untuk mengantarkan ke pengenipan dengan alasan menunggu kakak wanita tersebut hendak menjemput, saat berada di dalam kamar dirinya di tawari untuk di pijit hingga terjadi perbuatan itu.

“Saya menyesalkan pada saat itu kenapa saya menurut begitu saja, hingga terjadi hal yang tidak seharusnya di lakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulfakar mengatakan, bahwa terhadap kasus HM dirinya sampai saat ini belum bisa memberikan sangsi sesuai dengan aturan yang ada, lantaran informasi yang ia peroleh bahwa HM dalam posisi di jebak.

“Saya tidak mau mengandai-andai ya, saya belum bisa memberikan sangsi, karena harus dipastikan dulu HM di jebak atau tidak. Karena yang saya terima informasinya HM sudah mengadu ke Polresta,” ungkapnya melalui via telpon (05/03).

Namun setelah (Red) mengkroscek informasi HM melakukan pengaduan ke Polresta, di dapat keterangan bahwa sampai saat ini Belum pernah ada pengaduan terkait HM.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Pendidikan Arif Rahman, sangat menyesalkan jika hal itu benar- benar terjadi. “Di luar dia di jebak atau tidak, itu persoalan hukum yang menentukan. Tapi terkait perbuatannya di dalam penginapan itu sangat tidak layak di lakukan oleh seorang tenaga pendidik, apa lagi sebagai Kepala Sekolah disebuah SMK Negeri yang harusnya bisa memberikan contoh perilaku dan moral yang baik terhadap anak didiknya,” terang Arif.

Menurut Arif, perbuatan tetsebut jelas melanggar peraturan terkait (Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh sebab itu, dirinya dalam waktu dekat akan mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan Provinsi Lampung agar segera memberikan sangsi tegas kepada yang bersangkutan sesuai aturan yang ada. (red/min)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

− 6 = 3