oleh

Bola Liar Wacana Amandemen UUD 1945, Karena Minim Dialog Konstruktif

Lintasberita.id – Wacana amendemen kelima Undang-Undang Dasar 1945 muncul kembali ditengah-tengah masyarakat, namun masyarakat masih bertanya-tanya tentang materi yang harus diamendemen.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris bidang PTKP HMI Cabang Bandar Lampung Afat Fadly mengatakan,

“Wajar bila kami bertanya-tanya apakah amendemen kelima ini berisi harapan atau kecemasan. Alih-alih harapan, dalam beberapa bulan terakhir, isu tentang materi perubahan UUD 1945 seperti berubah-ubah dan menjadi isu liar, mulai dari masa jabatan presiden, kewenangan DPD, hingga keinginan MPR untuk menghidupkan Pokok-pokok Haluan Negara,” ujarnya.

Afat Fadly menilai proses amandemen UUD 1945 membutuhkan partisipasi publik secara luas, sementara kami belum melihat pembahasan-pembahasan yang lebih subtansial tentang materi yang harus diamendemen.

“Kami menyarankan kepada lembaga perwakilan untuk masuk kedalam ruang dialog konstruktif dahulu guna memperjelas isu liar dan mempertajam narasi materi apa yang harus di amandemenkan,” ucap mantan Presiden Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung.

Ia juga kemudian mengatakan, bisa langsung mendengar setiap pertimbangan dan masukan-masukan dari berbagai pihak sebelum MPR RI melakukan amendemen kelima. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed