Daerah Pesawaran

Brigif 4 Marinir/ BS Berdayakan Masyarakat Budidaya Udang Vaname

(Foto ; eko)
Kolonel Mar. Baedhowi dan Dr. Toga Mahaji (29/4/19)

Lintasberita.id- Sebanyak 240 personil dari masyarakat pesisir di Piabung Pesawaran mengikuti pelatihan budidaya pertanian laut udang Vaname di sarang petarung harimau Sumatera Brigif 4 Marinir /BS yakni di Aula Kima Mako setempat. (29/4/2019)

Sebelumnya, perwakilan dari peserta yang ikut dalam pelatihan diberikan penyematan tanda peserta latihan oleh Asisten Potensi Maritim Komandan Korps Marinir Kolonel Mar Baedhowi Oktavidia.

Menurut Letkol Mar. Baedhowi, bahwa kegiatan hari ini adalah pelatihan bagaimana caranya dalam membudidayakan udang Vaname, seperti di ketahui udang jenis ini merupakan jenis udang ekspor. “Diharapkan nantinya bisa menjadi nilai tambah bagi masyakat sekitar ataupun nelayan, Pasalnya seorang nelayan hanya mempunyai waktu enam bulan saja untuk menangkap ikan dalam satu tahunnya dan enam bulan kedepannya terbentur dengan cuaca, bisa cuaca buruk dan gelombang tingggi” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya pelatihan budidaya ini diharapkan pada enam bulan yang tidak bisa melaut tersebut bisa mempunyai penghasilan, dengan memanfaatkan budi daya udang Vaname, sehingga masyarakat bisa meningkatkan taraf hidupnya.

Sementara itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Dr. Toga Mahaji mengatakan, bahwa mainset pembangunan perikanan dan peningkatan kesejahtraan masyarakat pesisir bisa tercipta. “Harapannya masyarakat yang tinggal di pesisir, yang umumnya selama ini terdata sebagai mayoritas masyarakat miskin bisa kita entaskan, dengan straregi menciptakan lapangan usaha baru, ” terangnya.

Kadis menambahakan, bahwa udang Vaname bisa di panen dalam waktu dua hingga tiga bulan, apalagi di pesisir merupakan lokasi yang berdekatan dengan laut, untuk pengambilan airnya pun lebih mudah dan potensi dari budidaya udang Vaname sendiri sangatlah bagus.

Lanjut Kadis, kolam volume 12 meter kubik, bisa kita tebar dengan bibit 10.000 kita harapkan bisa hidup 90% yakni 9000. Jika 60 ekor perkilo, untuk 9000 menghabiskan pakan 100 kilo, dari 10000 ekor x Rp. 47 = Rp. 470.000, pakan 100 kilo x Rp. 14.000 = Rp. 1.400.00 jadi modal oprasional untuk udang dan pakan Rp. 470.000 + Rp. 1,4 juta = 1.870.000.

Untuk pendapatan biasanya 9000 udang bisa menghasilkan sekitar Rp. 6juta, sehingga di potong dengan modal oprerasianal bisa mendapat ke untungan sekitar Rp. 4. 130.000 per panen.

“Untuk kedepan, jika nantinya sudah tersosialisasikan kepada semua masyarakat, pemerintah dalam hal ini hanya menyiapakan pipa untuk mengambil air laut, jadi desa- desa yang ada di pesisir laut kita fasilitasi dengan Pemda atau Dana Desa, jadi mengambil air laut tinggal buka kran saja, bayar perliter Rp. 1, sudah ada pemasukan untuk desa atau retribusi untuk pemda,” kata Kadis.

Selain Asisten Potensi Maritim Komandan Korps Marinir Kolonel Mar Baedhowi Oktavidia dan Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Dr. Toga Mahaji, hadir juga Dan Lanal Lampung, Dan Lanud M. Bunyamin, Dandim Pesawaran, Waka Polres Pesawaran dan Ramil dan Kapolsek Padang Cermin. (Eko)

Add Comment

Click here to post a comment

+ 78 = 86

 

Lintas Berita di Twitter