oleh

Bupati Loekman Kunjungi Balita Penderita Tumor Mata

lintasberita.id- Azka Gibran Rabanni (4) anak dari pasangan Sri Sundari (27) dan Yulianto Riwibowo (28) warga Kampung Bandar Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, yang harus hidup tanpa bisa melihat, karena kedua bola matanya bola mata palsu (imitasi) yang harus diganti sesuai dengan perkembangan usianya akibat kanker yang dialaminya.

Meskipun memiliki kekurangan, namun bocah yang sudah bersekolah di Taman Kanak-Kanak ini tidak mau di istimewakan saat berada di sekolah.

Mendengar hal tersebut, Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto secara spontanitas datang berkunjung ke rumah kedua orangtua Gibran untuk melihat kondisinya.

“Saya mendengar bahwa ada anak kecil yang menderita sakit retina matanya dan beberapa tahun lalu telah dioperasi dan diganti bola matanya dengan bola mata palsu, sesuai dengan perkembangan usia maka rongga mata berkembang makin besar sehingga bola matanya perlu diganti disesuaikan dengan rongga mata yang ada,” ujar Bupati Loekman Djoyosoemarto, Minggu (13/10/19).

Loekman menjelaskan, bahwa dalam waktu dekat ini Pemerintah Daerah Lampung Tengah akan segera mencarikan solusi bagi Gibran agar dapat segera dilakukan operasi matanya.

“Hari ini saya langsung meninjau di lapangan dan akan segera mencarikan solusinya karena itu biaya besar dan tidak mungkin ditanggung oleh orang tuanya. Mudah mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat segera kita bantu untuk dibawa ke salah satu rumah sakit di Tangerang untuk dilakukan operasi,” jelas Bupati.

Menurut keterangan dari Sang Ibu, putranya ini menderita kanker mata sejak usia 1,5 tahun. Namun akibat terkendala biaya maka baru dapat dioperasi saat usianya 2 tahun.

“Gibran mulai sakit pada usia 1,5 tahun dan dibawa berobat ke Jakarta, karena terkendala biaya maka agak tertunda. Awalnya hanya mata sebelah kiri lalu merambat ke sebelah kanan. Alhamdulillah sekarang ini sudah dinyatakan bersih dari kanker dari dokter namun untuk bola mata tiap tahun harus ganti dan harus membeli sendiri,” terang Sri Sundari.

Ucapan terimakasih disampaikan oleh Sri Sundari atas kehadiran Bupati Loekman Djoyosoemarto. Dan berharap dapat membantu untuk kesembuhan dari sang buah hatinya.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Loekman Djoyosoemarto yang telah berkunjung ke rumah ini dan melihat kondisi Gibran. Mudah – mudahan Pak Bupati selalu membantu Gibran untuk ke depannya, baik pendidikannya serta untuk pergantian bola mata setiap tahunnya,” tuturnya.

Sri Sundari berharap Gibran dapat segera sembuh serta mewujudkan cita-citanya. “Kalau Gibran sudah sembuh saya sangat bersyukur sekali. Cita – cita Gibran sendiri ingin menjadi Hafiz Qur’an, dan ingin sekali mencium Hajar Aswad dan untuk sekolahnya dapat dipermudah, selama ini kesehariannya biasa saja dan untuk hafalan Qur’an sendiri, Gibran alhamdulillah sudah hafal 2juz,” pungkasnya.

Sementara, menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Lampung Tengah, Edy Sunarko, penyakit yang dialami Gibran adalah Retino Blastoma dan telah dioperasi sebelumnya.

“Awalnya Gibran menderita Retino Blastoma yaitu sejenis tumor di daerah mata yang mengakibatkan kerusakan retina, dan pengobatan satu – satunya hanya dengan dioperasi. Semula yang terkena hanya di mata kiri, lalu sekitar 1 bulan berikutnya menyusul mata kanannya. Sekarang kondisi anak tersebut tidak punya bola mata sama sekali di kedua matanya, sehingga untuk estetika memakai mata palsu. Dan mata ini harus selalu dikontrol dan diganti per 2 – 3 tahun sekali searah dengan pertumbuhan anak sampai nanti dewasa. Namun kondisi kesehatan badan lainnya normal, demikian juga untuk tumbuh kembang mentalnya sangat baik,” terang Edy Sunarko. (Wjy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed