oleh

“Cabul” Kakek 71 Tahun di Hukum 8 Tahun Penjara

lintasberita.id- Terdakwa Hasanudin (71) warga Kelurahan Pesawahan, Teluk Betung Selatan, divonis selama 8 tahun penjara dalam kasus pencabulan anak di bawah umur. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang, Selasa, (5/11/2019).

Dalam persidangan yang diketuai oleh Hakim Masriati menyatakan, bahwa terdakwa Hasanudin terbukti bersalah melanggar pasal 76 jo pasal 81 ayat (1) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan Anak.

“Oleh karna itu terdakwa di vonis selama delapan tahun penjara dan denda Rp60 juta, apa bila tidak dibayar maka diganti dengan enam bulan penjara,” kata Masriati.

Vonis yang dijatukan hakim tersebut jauh lebih ringan dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vita Hestiningrum yang menuntutnya selama 12 tahun penjara.

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut dalam tuntutannya menjelaskan, pada hari Rabu 3 Juli 2019 sekira pukul 19.00 Wib terdakwa memanggil Korban 4 orang anak dbawah umur sedang main di lapangan yang ada di dekat rumah terdakwa Hasanudin yang beralamat di Jalan Ikan Sebelah No. 30 LK. III Rt. 032 Kel. Pesawahan Kec. Teluk Betung Selatan.

Terdakwa mengajak Korban sedang main itu, selanjutnya korban yang rata -rata anak dibawah umur ini menghampiri terdakwa di rumah terdakwa, lalu terdakwa langsung menarik tangan salah satu korban anak, korban lalu menyuruh duduk di teras bagian kanan rumah terdakwa, kemudian terdakwa duduk disebelah kanan korban, kemudian terdakwa langsung memasukkan tangan kanan terdakwa ke dalam celana korban lewat atas celana.

Kemudian terdakwa langsung mencolok kemaluan korban menggunakan jari telunjuk terdakwa sebanyak 1 (satu) kali dan digoyang-goyangkan, karena merasa sakit korban hendak berteriak tetapi terdakwa langsung membekap mulut anak korban menggunakan tangan kiri terdakwa, supaya perbuatan terdakwa tidak diketahui oleh orang lain, kemudian terdakwa langsung melepas bekapan tangan kiri terdakwa dan menarik tangan kanan terdakwa dari dalam celana korban .

Kemudian terdakwa langsung menghampiri Korban yang kedua dan Korban ke tiga yang main di teras sebelah kiri rumah terdakwa. Kemudian terdakwa menarik tangan korban ke dua.

Awalnya korban sempat mengelak, tetapi terdakwa tetap menarik tangan anak korban dan mengajaknya duduk di teras, selanjutnya terdakwa duduk disebelah kanan anak korban dan langsung memasukkan tangan kanan terdakwa kedalam celan korban ,sedangkan tangan kiri terdakwa langsung membekap mulut korban kemudian terdakwa langsung mencolok kemaluan anak korban menggunakan jari telunjuk tangan kanan tersangka sebanyak 1 (satu) kali dan terdakwa goyang- goyangkan jarinya di kemaluan korban. hal serupa juga dilakukan kepada para korban lainnya.

Setelah melakukan aksi bejatnya terdakwa memberikan uang kepada korbannya sebelum pergi, sebesar Rp.2.000 sembari mengatakan jangan bilang bilang sama orang tuanya.

Bahwa pada hari Kamis tanggal 4 Juli 2019 sekira pukul 16.00 wib pada saat saksi salah satu orang tua korban sedang menyisir rambut anak korban, korban menceritakan bahwa bahwa ia telah ditarik, dibekap mulutnya dan dicolok bagian kemaluannya oleh terdakwa. Mendengar hal tersebut, saksi Darmiati kemudian saksi melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwajib.

Bahwa akibat perbuatan terdakwa sebagaimana dalam Visum et Repertum Nomor : 60 05 78 tanggal 4 Juli 2019, yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Laisa Muliati, MARS dokter pemeriksa pada RSUD dr. H. Abdul Moeloek, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan terhadap korban korbannya.

Pada pemeriksaan seorang korban perempuan yang menurut surat permintaan berumur kurang lebih lima tahun ini, berdasarkan pemeriksaan Perineum terdapat luka lecet dan liang kemaluan tidak dapat dilewati jari.

Bahwa akibat perbuatan Terdakwa, Korban sebagaimana dalam Visum et Repertum Nomor : 60 05 80 hari Senin tanggal 16 Juli 2019, yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Laisa Muliati, MARS dokter pemeriksa pada RSUD dr. H. Abdul Moeloek, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan terhadap korban. Telah dilakukan pemeriksaan terhadap korban, perempuan, berumur 6 (enam) tahun, dalam keadaan sadar penuh. Pada pemeriksaan ditemukan Perineum terdapat luka lecet dan kemerahan begitu juga dengan korban yanglainnya.

Usai menjalani sidang, Hasanudin mengaku pasrah atas putusan yang dijatuhkan pada dirinya. “Ya sudah, mau di apain lagi,” kata dia sembari meninggalkan ruang persidangan. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed