Headline

Cari Solusi, RSJ Minta Lapas Duduk Bersama

Humas RSJ Prov. Lampung Davit. (foto: red)

Bandar Lampung, lintasberita.id- Rumah sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung mengajak duduk bersama pihak Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 A Bandar Lampung untuk menemukan solusi dalam penanganan napi yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Kita bisa cari solusi bersama, dari lapas datang kesini, kita diskusi sama kita. Biar padien ini bisa terlayani, dia kan manusia jadi jangan sampai terlantar, itu kan istilahnya gak manusiawi,” ungkap Humas RSJ Provinsi Lampung, David saat di temui di ruang kerjanya. Senin, (15/10/2018).

Menurutnya, setiap orang mengalimi gangguan jiwa masih ada harapan untuk kembali normal, jika napi sudah sehat bisa bersama masyarakat kembali.

Sebelumnya, melalui Staf Perawatan Napi, Any mengatakan, bahwa sejak 2014 di berlakukannya BPJS dan Jkn KIS, Lapas kesulitan melakukan rujukan kepada semua Warga Binaan Pemasyarakatan (Wbp) yang mengalami gangguan jiwa.

“Dulu waktu pakai Jamkesmas mudah walaupun Wbp memiliki keluarga atau pun tidak, cukup menggunakan rekomendasi yang menyatakan adanya Mou Kemenkumham dan Kemenkes dan nama tersebut memang benar Wbp dari Lapas kelas 1, itu sudah aman,” ungkap Any.

“Itu menyulitkan kami, kita juga sudah mengusulkan napi itu kembali seperti dulu, pakai surat rekomendasi berdasarkan Mou itu , tapi kenyataannya tidak seperti itu,” terangnya.

Pihaknya juga sudah beberapa kali mengajukan agar Wbp bisa menjadi tanggungan BPJS atau JKN Kis, tetapi lagi – lagi terkendala pada KK dan KTP. Untuk melakukan perekaman, Lapas tidak mungkin untuk mengeluarkan Wbp, karena ada beberapa pertimbangan seperti keamanan.

“Untuk perekaman tidak mungkin kita keluarkan Wbp sebanyak itu, karena menyangkut beberapa faktor, tetapi jika mereka yang kesini selalu mentok di birokrasi,” imbuhnya.

Selama ini pihak Lapas mengambil solusi kepada Wbp yang masih memiliki keluarga untuk mengurus BPJS, dan Lapas juga siap memfasilitasi Wbp dan keluarganya ke RSJ dan RS lainnya.

Saat ini, di dalam Lapas Kelas 1 Bandar Lampung terdapat sekitar 9 orang Wbp yang mengalami gangguan kejiwaan, untuk usia sendiri berfariasi ada yang berumur 20, 30, hingga di atas 60 tahunan.

Faktor yang menyebabkan Wbp hingga mengalami gangguan jiwa sangatlah bermacam – macam, ada yang memang saat menjalani proses hukum di Kepolisian dan Pengadilan sudah menunjukan gejala ganggua jiwa, ada juga lantaran tidak petnah dijenguk keluarganya. (red)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

63 − = 54