oleh

Cemarkan Nama Baik Di Instagram, Venty Kembali Jalani Sidang

lintasberita.id- Sebar ujaran kebencian melalui sebuah postingan diakun instagram, Venty Lebya Wati (26) warga Terbanggi Besar, Lampung Tengah harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Selasa (17/9/2019).

Pada sidang yang digelar untuk kedua kalinya ini, Majelis Hakim yang diketua oleh Nirmala Dewita kembali melakukan mediasi terhadap terdakwa dan saksi korban yang tengah berseteru.

“Jadi kamu kenapa nekat posting status di instagram seperti itu, sekarang kamu mau tidak meminta maaf, itu juga temanmu kan,” ungkap Nirmala dalam persidangan.

Akhirnya terdakwa pun berdiri dan dihadapan Majelis Hakim serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roosman Yusa meminta maaf kepada saksi korban dengan melakukan jabat tangan.

Terpisah, dalam dakwaan JPU, Yusa menyebutkan perbuatan terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau membuat mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik.

“Adapun perbuatan terdakwa dilakukan pada Selasa 21 Mei 2019 dengan menggunakan handphone miliknya,” ungkap Yusa.

Lanjutnya hal ini, bermula saat terdakwa menjadi memberi arisan online yang admin diarisan online tersebut adalah saksi korban Resha Rantika sejak bulan September 2018.

Kemudian pada bulan Oktober 2018 terdakwa telah mendapatkan giliran arisan online tersebut dengan jumlah sebesar Rp 5 juta, namun sejak bulan Maret 2019 terdakwa sudah tidak mengangsur lagi sedangkan terdakwa masih mempunyai kewajiban membayar sebesar Rp 2,345 juta.

“Sementara ada kesepakatan apabila salah satu anggota macet akan dipermalukan dengan cara diposting ke media sosial,” terangnya.

Adapun cara mempermalukan member tersebut kesosial media dengan memberi keterangan bahwa member tersebut tidak bertanggung jawab.

Namun terdakwa dengan menggunakan akun instagram miliknya lhebysetiawan mengirimkan pesan melalui direct messenger kepada saksi Aldo Afrizon melalui akun instagramnya “aldodokter”.

Dengan inti pesan bahwa saksi korban mempunyai penyakit seks dan saksi Aldo Afrizon disarankan untuk menasehati saksi korban.

“Atas perihal ini, saksi memberitahu tentang pesan tersebut kepada saksi korban dan saksi korban memposting foto terdakwa disertai tulisan bahwa terdakwa merupakan member yang tidak amanah,” bebernya.

Saat itu juga, pada bulan Mei, terdakwa menggunakan akun instagramnya membuat status storygram instagram sebanyak 2 kali dengan memposting foto saksi korban disertai dengan kalimat “ini salah satu lonte biadap…lonte penyakitan…karena arisan berani dia..tanya sama admin yang lain gimana saya jadi member, dasar karena hidupnya sudah melarat ngelonte gak laku sampe ngeributin orang, hati-hati sama wanita ini klo mau boking mau make dia pake kondom ya nanti ketularan kena penyakit”

Selanjutnya terdakwa juga memposting kembali “ini yang buat akun fake ini resha rantika maluin saya dengan semua orang..hahahaha liat kamu lebih malu bukan saya gak mau bayar karena saya sudah kelewat sabar uang cuma 2 juta alangkah dikit bagi saya, cuma cara yang gak bagus, harganya 2 juta berani dengan saya gimana dengan orang yang puluhan juta gak berani dia …dasar lonte, gila mau nikah gak ada yang mau nikahin, hahaha berharap mau dinikahin dokter sekarang biar bisa ngobatin penyakitnya”.

“Perbuatan terdakwa mengakibatkan saksi korban merasa sangat terhina, malu dan nama baik saksi korban dicemarkan,” sebutnya.

Yusa menambahkan, perbuatan terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia No.19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi danTransaksi Elektronik. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed