oleh

“Dana Desa” Pembangunan di Desa Bukit Raya Carut Marut

Lintasberita- Nampaknya sumpah Kepala Desa (Kades) Bukit Raya, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur ini di atas Al-Qur’an bukan lagi jadi penghalang untuk bermain main dengan anggaran dana desa.

Dengan adanya temuan awak media di lapangan, pekerjaan yang carut marut diduga tidak sesuai dengan juklak dan juknis yang di anjurkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, seperti tak masuk diakal sang Kades. Seolah Kades Damin punya peraturan tersendiri, makanya peraturan Pemerintah tidak dipakainya.

Berdasarkan temuan media ini, bahwa anggaran dana desa di desa Bukit Raya yang bernilai ratusan juta rupiah itu, pekerjaannya di borongkan dengan warga Rp10,000., permeter untuk penggalian dan Rp35.000., permeter untuk pemasangan draenase. Nilai tetsebut tentunya sangat jauh dengan tujuan dana desa, yakni mensejahtrakan masyarakat desa.

Menurut sumber media ini, jika warga setempat tidak mau mengerjakan maka akan diberikan kepada orang lain, seperti halnya yang ada di Dusun 2,” kata narasumber yang enggan di sebut kan namanya. Jum’at (15/5/2020).

Masih di desa Bukit Raya, di dusun 4 seorang bapak tua yang sedang bekerja borong mengeluh terkait upah borong yang diberikan kepanya.

“Ini borongan, kalau kami tidak nguber nanti kami rugi, Rp35.000., sekarang ini cukup apa mas, dan juga saya dengar di tempat lain masih ada yang 100,000 sehari. Kok di tempat kami borongan, apa ia mas upah kerjanya seperti itu,” kata tukang tersebut.

Seharusnya, instansi terkait harus turun langsung kebawah guna meninjau langsung kinerja dari para Kades dalam mengelola anggaran dana desa. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed