oleh

Dibantah PT. MJM, Doris: Saya Merasa di Intimidasi

lintasberita.id- Bantahan dari PT. Mubarokah Jaya Makmur (MJM) melalui surat dengan nomor B/60/SH.LO/XII/2019, yang dikirimkan kepada Redaksi lintasberita.id beberapa waktu lalu nampaknya tidak menggetarkan Doris selaku pemilik E-warung.

Pemilik E-warung di Desa Pampangan, Gedong Tataan ini tidak goyah pada ucapannya terdahulu, bahwa telah terjadi intimidasi kepadanya.

“Masih sama dengan apa yang saya katakan waktu lalu, orang dari bank Mandiri datang ngambil alat gesek chip itu, katanya perintah dari Sarwanto selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gedong Tataan. Alat gesek chip itu di ambil karena saya tidak menuruti aturan mereka,” kata Doris, Kamis (16/1/2020).

Terkait bantahan terhadap dugaan adanya intimidasi tersebut, Doris dengan tegas menyatakan bahwa dirinya telah diintimidasi.

“Itu hak -hak mereka kalau mau membantah, tapi saya merasa diintimidasi, dengan adanya kejadian ada orang yang mau mengambil alat gesek chip saya itu, orang mandiri datang katanya permintaan dari mereka, itu suatu bentuk intimidasi,” terang Doris.

Diberitakan sebelumnya, melalui Legal Division PT. Mubarokah Jaya Makmur Suhandi, SH melalui surat kepada Kantor lintasberita.id nomor B/60/SH.LO/XII/2019, terkait pemberitaan berjudul “Diduga Pemilik E-warung Dapat Intimidasi Oknum TKSK Gedong Tataan” beberapa hari yang lalu, menyatakan hal tersebut tidak benar.

Menurut Suhandi, bahwa pihaknya (PT. MJM,-red) telah melakukan interogasi terhadap Sarwanto selaku petugas TKSK Gedong Tataan di kantor perwakilan PT. MJM pada 8 Desember 2019, dimana yang bersangkutan menerangkan bahwa tidak pernah melakukan intimidasi terhadap Doris selaku pemilik E-warung di Desa Pampangan.

Pada tanggal dan tempat yang sama, juga telah melakukan klarifikasi terhadap karyawan PT. MJM perwakilan Kabupaten Pesawaran atas nama Zainal Arifin tentang adanya intimidasi, ternyata yang bersangkutan tidak pernah melakukan kegiatan intimidasi sebagaimana yang telah diberitakan, dan membenarkan perwakilan PT. MJM dan TKSK menemui Doris untuk menyelsaikan pembayaran sisah beras dan telor.

Dalam surat tersebut juga tertulis akibat adanya peristiwa tersebut TKSK Gedong Tataan, Sarwanto dan Manajemen PT. Mubarokah Jaya Makmur merasa tidak nyaman.

Polemik tersebut bermula, ketika tidak mau terima beras dari penyalur untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Doris pemilik E-warung di Desa Pampangan mengaku mendapat intimidasi dan ancaman dari oknum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gedong Tataan dan PT. Mubarokah Jaya Makmur.

Menurut Doris, dirinya mendapat ancaman berupa pelarangan dan izin beroperasi sebagai penyalur BPNT oleh TKSK Gedong Tataan Sarwanto.

“Saya sudah berapa kali didatangi dari Dinas Sosial, bahwa harus nurut dengan kemauan mereka, seperti beras yang harus dikasih seperti ini. Menurut mereka beras di Pampangan paling bagus sendiri, jadi warga dari Desa yang lain ribut,” ujar Doris, Minggu (8/12/2019).

“Yang ngotot ini dari Dinsos yakni Sarwanto dan pihak PT. Mubarokah, bahkan saya dapat ancaman berupa warung saya akan di tutup dan tidak boleh beroperasi lagi, tapi mereka tidak ada dasar untuk menutup saya, karena yang saya meminta permohonan itu ke Bank Mandiri bukan ke mereka. Bahkan pihak Dinsos melalui Sarwanto mendesak Bank Mandiri untuk memcabut ATM saya,” tambahnya. (Imron/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed