oleh

Diduga Akibat Makan Tumpeng Catering, Tamu Ultah Keracunan

Lintasberita.id – Pada hari Selasa, (22/6), niatan menyenangkan buah hati yang tepat masuk ke tahun 11 sudah tercapai, perayaan pesta ulang tahun akhirnya digelar di wisata Randu Mas, Desa Punggung, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur. Namun pesta tersebut malah menjadi petaka bagi sebagian tamu undangan.

Usai acara tiup lilin, para tamu undangan dengan segera menikmati makanan catering yang dipesan melalui online, namun tak berselang lama, tamu undangan justru merasakan mual dan sakit pada bagian perut. Sehingga tamu undangan bergegas pulang meninggalkan lokasi dan ada juga yang harus dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat perawatan.

SM salah seorang tamu pada pesta tersebut mengatakan, jika dirinya ikut memakan nasi tumpeng, namun dalam hitungan jam, dirinya merasakan mual dan sakit pada bagian perut hingga harus mendapat tindakan infus.

“Anak- anak pada sakit perut, termasuk juga beberapa ibu -ibu nya, lalu kami pulang, sampai di rumah saya enggak kuat, lalu saya ke salah satu dukter disana saya langsung diinfus. Saya tanya dengan dokter sakit apa, dokter jawab “Kamu keracunan atau salah makan,” kata SM menirukan bicara dokter beinisial D itu.

“Tamu undangan yang lain nya berobat ke Puskesmas, setelah itu saya juga ke Puskesmas, saran dokternya saya harus tetap di infus dan rawat inap. Saya di rawat inap selama tiga hari mas, semua biaya hampir tiga juta semua nya,” beber SM.

SM mengungkapkan, dirinya menduga jika keracunan yang terjadi pada tamu undangan akibat memakan nasi tumpeng catering yang di pesan secara online tersebut.

“Di Puskesmas itu saya tanya sama dokternya, saya sakit apa namun merika tidak menjawab, cuman ini obat di minum tiga kali sehari, terkait penyakitnya, pihak dokter tidak ada penjelasan. Sedangkan hampir semua kami yang keracunan itu gara- gara makan nasi tumpeng pesanan dari ibu Makmur yang tukang cateringnya,” kata SM.

Saat di konfirmasi terkait keracunan yang diduga dari makanan catering nya, pemilik catering Makmur membantah. Menurut dia, itu bukan akibat makanan yang ia buat.

“Sedangkan keluarga saya makan sisa dari pembuatan tumpeng tersebut, enggak ada masalah,” kata Makmur.

Saat media ini meminta izin untuk memberitakan konfirmasi kedua belah pihak, Makmur justru meminta tolong agar permasalahan tersebut tidak di beritakan.

“Mas saya minta tolong jangan diberitakan, saya enggak mau kalau diberitakan, nanti saya kerumah ibu yang pesan catering itu dan saya akan tanya siapa yang keracunan itu dan di mana rumah nya, saya akan jengok mereka dan meminta maaf,” pinta Makmur,

Kuat dugaan makanan catering tersebut tidak higienis, atau tercampur dengan bahan berbahaya seperti bahan pengawet, sehingga terdapat tamu yang buang air besar seperi tercampur dengan darah.

Pihak Kepolisian juga sudah mendengar kasus tersebut, bahkan Polisi sempet turun ke Puskesmas, namun sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya. Sampai berita ini diturunkan, pemilik catering belum dapat panggilan atau klarifikasi dari aparat Kepolisian setempat. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed