oleh

Diduga Anggaran Perawatan Agrowisata Jadi Bancakan

Keadaan memprihatinkan tanaman buah -buahan di Agrowisata

lintasberita.id- Dugaan adanya permasalahan pada pengelolaan taman Agrowisata yang terletak di komplek SMK N 1 Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) semakin melebar, hingga muncul adanya indikasi tidak adanya perawatan dan polemik hasil tanaman buah yang dikuasai oknum pejabat di Kabupaten Tubaba.

Hal itu justru berbanding terbalik dengan dana perawatan yang dikucurkan Pemkab Tubaba melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan setempat untuk pembelian ribuan ton pupuk disetiap tahunnya.

“Saya merupakan salah satu warga yang ada di seputaran wilayah Agrowisata ini, menurut kami taman ini kurang perawatan. Lihat saja tanaman yang sudah menjadi kebanggaan kita seperti buah naga, jambu mutiara, jeruk dan lainya sudah banyak yang mati, serta tidak berbuah lagi seperti tidak dirawat,” kata Giring, salah seorang pengunjung pada Jum’at (5/7/2019) kemarin.

Sementara, diakui oleh salah seorang petugas penjaga dan perawat taman Agrowisata yang enggan disebut namanya, bahwa banyak jenis tanaman yang sebenarnya dapat menjadi daya tarik bagi para pengunjung wisata, seperti berbagai aneka jenis tanaman buah, bahkan hewan peliharaan seperti rusa.

Kemudian, Lanjut dia. Masih banyak yang bisa di tawarkan kepada pengunjung, seperti tanaman buah naga merah, jambu mutiara, jeruk, durian, dan kelengkeng namun sudah banyak yang mati.

“Saat ini sudah banyak tanaman tersebut mati dan tidak lagi berbuah, mungkin kurang cocok tempatnya atau ada kendala lain. Meskipun untuk tanaman buah naga itu sendiri sebelumnya pernah dilakukan peremajaan, namun hasilnya tetap saja mati dan tidak tumbuh dengan baik. Begitu juga hewan rusa dulunya empat ekor sekarang tinggal dua ekor lagi yang hidup,” beber Penjaga taman Agrowisata tersebut.

Ia juga menerangkan, bahwa meskipun terlihat seperti tidak terawat namun selama bertahun-tahun semua jenis buah-buahan yang ada di taman Agrowisata tersebut selalu panen.

“Buah-buahan hasil panen disetorkan ke Dinas Pertanian, yang kemudian dibagikan kepada para pejabat. Selama ini tidak pernah dijual, apa lagi hasilnya untuk Pendapat Asli Pemda (PAD), setahu saya itu tidak pernah,” timpalnya. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed