oleh

Diduga Anggaran Untuk 40 Mahasiswa Politeknik Kelapa Sawit Bermasalah

lintasberita.id- Anggaran Mahasiswa Politeknik Kelapa Sawit untuk 40 orang tahun 2019 di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Pendidikan setempat diduga bermasalah.

Berdasarkan informasi yang didapat wartawan, pada tahun 2019 Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang Barat memberikan Biasiswa sebesar Rp 1.143.000.000 (Satu Milyar Seratus Empat Puluh Tiga Juta Rupiah) untuk 40 Mahasiswa.

Dugaan permasalahan tersebut diantaranya, adanya pemotongan anggaran uang kos Mahasiswa. Dan anehnya lagi, pada uang buku untuk 40 mahasiswa satu semester yang tidak dibayarkan, padahal pada Anggaran tahun 2019 lalu sudah dihitung untuk pembayaran dua semester.

“Kami hanya terima Rp208 ribu saja perbulan untuk uang kos, sedangkan uang buku cuma dibayarkan untuk satu semester saja dan yang satu semester belum dibayar,” pengakuan salah seorang Mahasiswa saat dihubungi melalui telpon selulernya. Senin, (27/1/2020).

Sementara, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang Barat melalui Badri selaku Kasi Kesejahteraan mengatakan, pihaknya sudah membayarkan penuh senilai Rp250 ribu uang kos perbulan untuk 40 Mahasiswa.

“Sudah kita bayar Rp100 juta untuk uang kos itu, langsung kita bayar untuk satu tahun. Disana itu kan untuk persatu kamar Rp 500 ribu rupiah dan satu kamar isinya dua orang, jadi hitungannya satu orang mahasiswa itu Rp 250 ribu rupiah, saya tidak tahu kalau mahasiswa cuma terima Rp 208 ribu rupiah saja,” elak Badri saat dijumpai diruang kerjanya.

Disinggung terkait uang buku yang dibayarkan satu semester saja, Badri mengakui bahwa hal itu memang benar dan akan dianggarkan kembali pada tahun 2020 ini, meskipun sebelumnya dia menjelaskan kalau semua anggaran yang ada sudah termasuk dua Semester.

“Memang benar uang buku itu masih di bayarkan satu semester dan yang satu semester masih di hutang, nantinya akan dianggarkan tahun 2020 ini, namun saya masih bertanya-tanya sama uang kos itu kok bisa di terima mahasiswa segitu Rp208 ribu, nanti akan kami croscek lagi,” kata Badri.

Saat ditanyakan secara rinci terkait aliran dana yang dipergunakan dalam pengelolaan Politeknik Kelapa Sawit itu, Badri merasa keberatan untuk memberitahukannya.

“Itu sama saja menelanjangi diri sendiri kalau saya jelaskan kemana saja dan besaran anggarannya, yang jelas diluar yang sudah dianggarkan kepada Mahasiswa, itu diperuntukan untuk honor pendamping kami dari Dinas Pendidikan dan untuk ATK serta transport kami ke Kampus,” pungkasnya. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed