oleh

Diduga Belum Lengkapi Izin, Usaha Milik Komang Di Tanah Register 38

Lintasberita.id – Diduga belum melengkapi izin, usaha milik Komang yang berdiri di tanah register 38 Gunung Balak Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribawono, Lampung Timur juga menyalahi protokol kesehatan (Prokes) di tengah pandemi covid-19.

Menjalankan usaha atau bisnis dengan modal mencapai Rp 30 juta ke atas harus menggunakan surat izin dari lingkungan setempat, bahkan izin sampai ke Kabupaten. Apalagi diduga usaha yang dimaksud tersebut berdiri di atas kawan tanah register.

Selain itu, banyak pekerja berkerumun tampa menerapkan prokes dengan jumlah pekerja  melebihi kapasitas. Selain itu juga usaha tersebut diduga tampa rekomendasi dari Kecamatan ataupun dari Kabupaten, apa lagi dari Kepolisian Kehutanan (Polhut) setempat.

Saat di kompirmasi  melalui via telpon, Miswantori selaku Kepala  KPHL Gunung Balak menyangkan jika usaha tersebut benar berdiri di atas tanah kawan register 38 Gunung Balak.

“Kenapa tidak ada yang memberi kabar sebelum nya, seharusnya mereka menghargai kenerja kami. Saya tidak  tahu berdirinya usaha itu bang, tapi apabila memang di kawasan register  38, mereka salah jalan, lagi pula saya tidak pernah mengizinkan apalagi mengeluarkan surat izin,” jelas Miswantori. Rabu (29/9/2021).

Lain halnya dengan penjelasan Kepala Desa setempat, Kamidi saat di komfirmasi melalui via terpon mengaku tahu adanya usaha tersebut.

“Saya tahu kalau tempat usaha itu, saya juga sudah kasih izin, namun untuk prokesnya saya sudah ngomong sama pamong setempat agar bisa mematuhinya dan menjaga jarak,” jelas Kamidi.

Sementara itu, Komang pemilik usaha saat akan di komfirmasi berusaha bersembunyi di dalam rumahnya dan enggan bertemu dengan awak media. Namun beberapa saat perempuan yang mengaku sang istri bernama Ida Ayu keluar dari rumah dan bertanya kepada awak media.

“Ada apa mas, cukup dengan saya aja, nanti saya sampaikan dengan bapaknya, sebab bapaknya lagi ke kebun,” kata dia.

Ida Ayu mengatakan, terkait izin lingkungan sudah ada, untuk izin dari Kecamatan masih dalam proses.

“Maaf pak jika terkait tanah register saya enggak paham karna saya disini cuma bantu suami saya aja pak Komang, kalau lainnya no coment,” kata dia. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed