oleh

Diduga Kebal Hukum, Warga Tunggu Kejari Proses Kades Itik Rendai

Lintasberita.id – Kepala Desa (Kades) Itik Rendai Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur diduga kebal hukum. Pasalanya, sempat dilaporkan warga ke Kejaksaan Negeri Lampung Timur pada tahun 2018 dan 2019 hingga kini tidak ada tindak lanjutnya.

Parnan, warga desa setempat mengatakan jika terkait laporan ke kejaksaan pada 2018 dan 2019 sampai saat ini membeku, warga hingga saat ini masih menunggu, namun belum jelas terkait penanganannya.

“Dengan adanya laporan kami itu, saya kira pak Kepala Desa akan bisa lebih baik lagi, namun malahan sekarang ini lebih parah dari sebelum nya,” kata Parnan. Senin (12/7/2021).

“Coba difikir bang, sekarang ini Kepala Desa Somarno ini mengibahkan tanah regester 38 milik Negara ke masarakat, untuk membangun prukgram pamsimas, apa enggak keterlaluan mas. untuk pelanggaran nya waktu tahun 2018 itu mas merika semua Sudah dipanggil pihak Kejaksaan, tetapi pas ada yang mau ngedep ke Kejaksaan entah kenapa di undurkan atau ditunda, kata orang dari kejaksaannya,” timpal Parnan.

Ditempat berbeda, Yanto juga membeberkan kelakuan Kades yang menurutnya tidak wajar, yakni pernah meminta tandatangan warga untuk pengajuan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) namun dibangun tanpa masyawarah.

“Beberapa bulan Pamsimas tersebut dibangunkan di depan halaman rumahnya sendiri tampa musawarah atau persetujuan nya sendiri,” kata Yanto.

Sementara itu, Badan perusawahan Desa (BPD) Julianto mengatakan, memang benar pembangunan Pamsimas teraebut terletak di kawasan register 38 dan dirinya tidak bisa berbuat banyak.

“Makanya saya juga enggak bisa ngomong apa-apa sebabnya kata pak Lurah (Kades) sudah ada surat hibahnya dengan warga, namun di samping itu saya juga tidak pernah melihat atau tau surat hibahnya karna itu tanah Negara sedangkan mau ibah apa lagi,cuba temuin pak lorah sumarno agar jelas karna saya tidak tau sebenarnya,” jelas Julianto.

Lain hal dengan Camat Melinting, Abdul Karim mengatakan jika dirinya tidak begitu paham dengan permasalahan tersebut dan memang tidak ada kedekatan dengan Kades Itik Rendai.

“Saya tidak terlalu paham, juga saya enggak terlalu dekat dengan kades Itik Rendai itu, karna saya aja setiap telpon susah, kalau kalian mau tau yang jelas nya, temuin aja Kades Sumarno langsung, apa lagi sual pembangunan Pamsimas, asli saya tidak tau,” tutup Camat.

Harusnya pihak penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Lampung Timur harus memproses laporan yang telah diajukan oleh warga, sehingga tidak tersebar stigma jika hukum hanya tajam untuk warga miskin saja. Hingga saat ini Sumarno tetap berjalan bebas padahal melakukan pelanggaran di desa Itik Rendai. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed