Headline

Diduga Mark-up Dana Desa, Bangunan Drainase Kampung Karya Murni Jaya Asal Jadi

Bangunan asal jadi Kampung Karya Murni Jaya. (foto: can)

Tulangbawang, lintasberita.id- Seperti diketahui dengan adanya Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) adalah anggaran yang diperuntukan untuk membangun dan membantu keperluan di kampung-kampung yang ada di Indonesia khususnya diwilayah Tulangbawang, tetapi sangat disayangkan saat ini masih ada saja oknum-oknum kepala kampung yang membangun kampung tidak sesuai speak dan aturan yang ada.

Salah satunya pembangunan yang terjadi di Kampung Karya Murni Jaya Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tulangbawang yang diduga asal jadi, salah satunya dalam pembangunan Drainase sepanjang 650 meter dengan sumber dana desa dengan total anggaran Rp. 203.386.000 yang berada didusun 2 terkesan asal jadi yang diduga demi meraup keuntungan yang lebih oleh oknum kepala kampung tersebut sehingga bangunan dibuat terkesan asal jadi.

Hal itu tentunya berdasarkan pantauan wartawan dilokasi. Terlihat pada pembangunan drainase tersebut tidak sesuai spek rap yang ada,  bagaimana tidak,  seharusnya dalam pembangunan drainase tersebut seutuhnya full menggunakan batu hitam dan adukan semen tetapi nyatanya pada pembangunan tersebut bercampur dengan batu bata merah dan banyak tertimbun oleh tanah dengan sedikit memakai semen.

Dengan total anggaran Rp. 203.386.000 itu, seharusnya lebih dari cukup jika hanya membangun drainase sepanjang 650 meter tanpa perlu pengurangan kekuatan volume keutuhan suatu bangunan tersebut,  apalagi sampai memasukan tanah dan reruntuhan bata merah kedalam bangunan drainase yang dibangun, sehingga menyalahi aturan yang ada sehingga terjadinya (mark-up) anggaran.

Tentunya ini berdampak bagi masyarakat sekitar kampung yang akan merasakan keutuhan bangunan tersebut,  dengan bentuk bangunan drainase seperti itu tentunya tidak akan bertahan cukup lama sehingga masyarakat yang merasakan cukup dirugikan dengan hal ini.

Dan Saat ingin dikonfirmasi langsung kepala kampung Karya Murni Jaya Sudarno, sulit untuk ditemui bahkan saat ingin dikonfirmasi melalui via telpon pun sulit dihubungi yang terkesan buang badan dengan persoalan tersebut. (cn)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

1 + 9 =