oleh

Diduga Pemilik E-warung Dapat Intimidasi Oknum TKSK Gedong Tataan

lintasberita.id- Tidak mau terima beras dari penyalur untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Doris pemilik E-warung di Desa Pampangan mengaku mendapat intimidasi dan ancaman dari oknum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gedong Tataan dan PT. Mubarokah.

Menurut Doris, dirinya mendapat ancaman berupa pelarangan dan izin beroperasi sebagai penyalur BPNT oleh TKSK Gedong Tataan Sarwanto.

“Saya sudah berapa kali didatangi dari Dinas Sosial, bahwa harus nurut dengan kemauan mereka, seperti beras yang harus dikasih seperti ini. Menurut mereka beras di Pampangan paling bagus sendiri, jadi warga dari Desa yang lain ribut,” ujar Doris, Minggu (8/12/2019).

“Yang ngotot ini dari Dinsos yakni Sarwanto dan pihak PT. Mubarokah, bahkan saya dapat ancaman berupa warung saya akan di tutup dan tidak boleh beroperasi lagi, tapi mereka tidak ada dasar untuk menutup saya, karena yang saya meminta permohonan itu ke Bank Mandiri bukan ke mereka. Bahkan pihak Dinsos melalui Sarwanto mendesak Bank Mandiri untuk memcabut ATM saya,” tambahnya.

Sementara, saat wartawan lintasberita.id menghubungi Sarwanto TKSK Gedongtataan via telpon, selulernya dalam keadaan aktif namun tidak mau mengangkat panggilan. (Imron)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed