Daerah

Diduga Stress, Nekat Dua Kali Bakar Rumah Tetangga

Pesawaran, Lintasberita- Akibat kurang harmonis hidup bertetangga membuat kaget Mulyono (36) warga Dusun Pager Banyu, Desa Padang Ratu, pasalnya, saat subuh rumahnya dalam kondisi terbakar.

Mulyono menceritakan, sekitar pukul 03:30 WIB, ia dibangunkan istrinya, karena rumah bagian belakangnya nampak kobaran api besar. Kemudian, ia bergegas mengambil air dan menyiram api yang sudah merambat sampai ke atap rumah.

“Awalnya anak saya mau minum susu sama emaknya, tapi saat itu istri teriak bangunin saya, karena api sudah besar di bagian belakang rumah, dan saya lari ambil air nyiram api, lalu istri saya meminta tolong bantuan tetangga memadamkan api,” jelas dia, saat ditemui di kediamannya, Selasa (13/2).

Menurut dia, sebelumnya tak pernah melakukan bakar-bakaran di dekat dapur rumahnya, bahkan, kondisi kompor dan segala sesuatu yang menimbulkan api tak ada. Dan ia mengira ada orang yanng sengaja mau membakar rumahnya tersebut.

“Kalau bakar-bakaran di areal belakang rumah saya enggak pernah mas, jika memang ada bakar-bakaran, pasti ada bekasnya, ini enggak, dan sepertinya ada yang sengaja mau membakar rumah saya,” jelas dia.

Kejadian seperti ini, kata dia, sudah dua kali terjadi, dulu, pakaian kerjanya di belakang rumah sengaja dibakar, sekitar jam 23:00 WIB, tapi langsung ketauan, karena saat itu ia belum tidur, dan yang sekarang, sudah terbakar di bagian kanan dapur luar, sampai kayu atap.

“Kejadian gini, sudah dua kali mas pertama ketauan, yang kebakar cuma baju kerja, dan ini yang ke dua. Awalnya, saya pernah menegur salah satu tetangga karena sering ribut-ribut di waktu malam, dan semenjak itu, ada kejadian seperti ini,” terang dia.

Ia mengharapkan, aparatur desa setempat segera bertindak, agar kejadian yang sama tak terulang lagi, karena ia merasa was-was dengan kondisi yang tidak aman.

“Ya saya ada menuduh salah satu warga, yang katanya agak stres, jadi karena sakit, ya saya minta keluarganya bertanggungjawab atas apa yang terjadi, karena saya takut, kalau terulang, dan keluarga saya tidur lelap, bisa jadi fatal. Dan aparat desa segera menindaklanjuti laporan saya tadi pagi,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Desa Padang Ratu, Sukri menyesalkan adanya kejadian tersebut, dan akan mempertemukan kedua belah pihak agar masalahnya bisa diatasi, jangan sampai berlarut-larut.

“Ya, kita dengar dari cerita warga, ada kekurang harmonisan antara warga yang bertetangga, dan nanti malam, kedua tetangga dan keluarganya akan saya pertemukan, untuk mencari solusi, agar masalah pada Mulyono, bisa diatasi dengam musyawarah,” jelas dia.

Kemudian, lanjutnya, dalam pertemuan itu akan ada surat perjanjian, dimana jika kejadian yang sama terulang, akan ada sanksi yang dikenakan pada pelaku atau keluarga yang bertanggungjawab, sebab, kesehatan jiwa dari pelaku belum bisa dipastikan, apakah sehat atau stres.

“Nanti juga akan kita periksakan yang diduga sebagai pelaku ke RSJ, agar tau kesehatannya, jika diketahui hasilnya sehat, tetapi nantinya berbuat hal yang sama maka kita akan laporkan kejadian nya ke pihak penegak hukum,” jelas dia. (Ton)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

46 − = 41