oleh

Dihukum 20 Tahun, Terdakwa Malah Edarkan Sabu Dari Lapas

Saksi di ambil sumpah sebelum memberikan kesaksian

Lintasberita.id- Sidang kasus narkoba jenis sabu yang dikendalikan dari dalam Lapas dengan terdakwa Sepriadi Darmawan kembali di gelar di pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang, Selasa (25/6)

Persidangan dengan majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Yus Enidar itu menghadirkan dua orang saksi yang juga terdakwa dalam kasus yang sama yakni Cut Salmina Anggraini dan Chairul Anwar. Terdakwa Sepriadi Darmawan merupakan narapidana 20 tahun di Lapas kelas I Bandar Lampung dengan kasus kepemilikan ganja kering sebanyak 400 kilo gram.

Didepan majelis hakim, Cut mengakui bahwa dirinya diminta oleh terdakwa Sepriadi Darmawan untuk mencarikan narkoba untuk di kirimkan ke Lampung. “Tiga tahun yang lalu saya di minta oleh dia (Sepriadi Darmawan, -red), tapi saya gak mau, kemudian dia nelpon saya minta cariin lagi, saat itu memang saya lagi butuh uang, saya dapat Rp.5 juta,” ungkapnya.

Hakim Yus Enidar mencecar pertanyaan terkait keterlibatan saksi dalam jaringam narkoba tersebut, kemudian Cut mengakui bahwa ia mendapatkan sabu dari Brahed (DPO) yang berada di Batam. Atas perintah terdakwa, ia kemudian berangkat ke Medan, setelah itu menuju ke Batam dan bertemu dengan Brahed untuk mengambil paket sabu. “Saya tarok di bawah payudara, sampai di lampung kemudian saya bertemu dengan Chairul, kemudian kerumahnya, barang tersebut langsung diserahkan ke chairul,” terangnya.

Masih dalam kesaksiannya, sebelum ketiganya tertangkap, Cut bersama Chairul sempat menemui terdakwa di dalam Lapas untuk menanyakan pembayaran sabu sabanyak Rp.60 juta, lantaran pembayaran baru dilakukan sebesar Rp.25 juta.

Chairul mengaku, bahwa ia juga disuruh oleh terdakwa untuk menjemput Cut, kemudian memecah paket menjadi sembilan paket dan mengantarkan paket ke pemesan. “Benar yang mulia, saya di suruh terdakwa, jika ngaterin sampai selsai saya di kasih Rp.2,5 juta,” kata Chairul.

Di ketahui, dalam dakwan Jaksa penuntut umum Desti Listiana Sari, bahwa saksi Cut yang berada di Provinsi aceh minta dicarikan narkotika jenis shabu untuk diantar ke Lampung, selanjutnya saksi Cut menghubungi Brahed (DPO) yang berada di Batam, saat itu juga melalui hand phone disepakati antara saksi Cut, Brahed dan terdakwa menyuruh saksi Cut untuk mengambil narkotika jenis sabu ke Brahed di Batam sebanyak kurang lebih 100 (seratus) gram dan biaya keberangkatan ke Batam ditanggung oleh terdakwa.

Kemudian pada hari minggu tanggal 27 Januari 2019 sekira jam 10.00 wib saksi Cut berangkat dari Aceh menuju Batam menggunakan pesawat, sekira jam 12.00 wib saksi Cut tiba di Batam bertemu dengan orang suruhan Brahed lalu menerima 1 (satu) bungkus plastik berukuran besar berisi narkotika jenis shabu sebanyak lebih kurang 100 (seratus) gram.

Lalu saksi Cut melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat dari Batam menuju lampung, kemudian terdakwa menghubungi saksi Chairul melalui hand phone untuk menerima shabu dari saksi Cut dan menyuruh saksi Chairul memecah shabu tersebut menjadi 9 (sembilan) bungkus untuk diantarkan kepada pembeli. Pertama terdakwa menyuruh saksi Chairul mengantarkan 1 (satu) paket shabu ke Candimas ,yang ke dua pada hari senin tanggal 28 Januari 2019 sebanyak 2 (dua) bungkus diantar ke Pertamina Sukarame, yang ke tiga pada hari Kamis tanggal 29 Januari 2019 sebanyak 2 (dua) bungkus diantar ke Pertamina Sukarame, yang ke empat pada hari kamis tanggal 31 Januari 2019 sebanyak 1 (satu) bungkus diantar ke depan Alfamart Candimas.

Kemudian pada hari Jumat tanggal 01 Februari 2019 sekira jam 16.00 wib terdakwa ditangkap oleh anggota kepolisian melalui petugas Lapas dikarnakan telah dilakukan penangkapan terhadap saksi Chairul dan saksi Cut didapati barang bukti narkotika berupa shabu sebanyak 3 (tiga) bungkus dengan berat 27,73 gram pada Chairul yang diakui adalah milik terdakwa.

Atas perbuatan terdakwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed