oleh

Dilaporkan Warga Terkait Dana Desa, Peratin Pekon Sukarame Bisiki Wartawan

Lintasberita.id- Peratin Pekon Sukarame, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) dilaporkan warga masyarakat terkait dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019.

Menurut pelapor, Niswan Hasan mengatakan bahwa pihaknya beserta tokoh masyarakat, adat dan lainnya melaporkan peratin ke KPK, Kemendes, Kejati, Ombusman, Kapolri, Kejari, Kapolres, Komisi PDIP dan lain-lain.

”Laporan tersebut, kita buat karna tidak ada keteransparanan kepada masyarakat sejak tahun 2017 namun baru ada bukti RAB pada tahun 2019 yang berupa pembangunan dan pembelanjaan yang tidak wajar,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Selasa (22/9/2020)

Masih menurut dia, pembangunan gorong-gorong pemangku III pekon tersebut tidak membeli material batu akan tetapi mengunakan batu dari lokasi dan hal itu sudah tidak benar karna sudah diangarkan dalam RAB.

Selain itu juga, pembukaan badan jalan yang terkesan asal jadi. Bagaimana tidak, setelah di bangun tidak bisa dilalui dan bahkan sudah banyak memakan korban terutama tukang ojek.

”Parahnya lagi pengerasan jalan pemangku III menghabiskan dana sebesar, Rp. 415 juta sedangkan ukuran yang di timbun ±30 Cm dengan panjang sekitar 200m dan hal itu sangat janggal menurut kami. Terlebih lagi tidak ada ketransparanan kepada masyarakat,“ terangnya.

Harapan kami kepada aparat penegak hukum agar kiranya bisa memeriksa peratin yang bersangkutan dan mengembalikan kerugian negara dan dapat di kembalikan ±800 juta rupiah dari dua item yang kita pantau.

“Semoga aparat bisa segera menindak lanjut laporan masyarakat dan dapat memberi sangsi kepada Peratin Pekon Sukarame, Rahmad Aziz dan yang bersangkutan serta hal ini sudah di ketahui oleh Inspektorat Pesibar,” harapnya.

Sementara di tempat terpisah, Peratin Pekon Sukarame, Rahmad Aziz saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa semua yang disangkakan masyarakat kepada dirinya itu tidak benar. Dan hal tersebut merupakan kecemburuan sosial lawan politik.

“Jika tidak percaya saya bisa memanggil semua aparatur pekon terlibat dan bisa langsung ditanyakan kepada mereka. Dan saya sudah di pangil Inspektorat serta sudah juga menghadap pak Bupati,” kilahnya.

Dan yang paling lucu dirinya menghampiri awak media setelah selesai komfirmasi dan bergegas meningalkan kediamannya dan seraya berbisik.

“Atur-atur aja gimana bagusnya, soal pro kontra itu memang selalu ada,“ tandasnya. (Ton/Ko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed