oleh

Dit Intelkam Polda Lampung Beri Penyuluhan 6000 Mahasiswa Baru UNILA

AKBP Ahmad Def Yudi usai menerima plakat sebagai pemberi materi

lintasberita.id- Direktorat Intelkam Polda Lampung melakukan penyuluhan waspada terhadap paham radikalisme kepada 6000 lebih mahasiswa baru dalam Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Universitas Lampung (Unila) di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas setempat. Selasa (13/8/2019).

Dalam kesempatan itu, Direktorat Intelkam Polda Lampung melalui AKBP Ahmad Def Yudi memaparkan terkait pencegahan Paham Radikalisme yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Para mahasiswa baru pun ikut aktif berinteraksi dengan narasumber, tak hanya masalah paham radikalisme pertanyaan juga menyasar kepada penyalahgunaan dan peredaran narkoba di masyarakat dan dilingkup Mahasiswa.

Usai memberikan penyuluhan, AKBP Ahmad Def Yudi menyampaikan kepada wartawan bahwa, kegiatan yang dilakukan merupakan rangkaian kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru,-red) sekaligus merupakan keperdulian dari semua untuk mencegah paham radikalisme sampai kepada mahasiswa yang baru masuk.

Mahasiswa baru saat mengikuti penyuluhan waspada paham radikalisme.

“Kita berikan materi terkait proses penyebaran dari paham radikalisme itu sendiri, dan memang merupakan ancaman bersama, dalam hal ini agar mahasiswa mempunyai daya tangkal agar tidak menyebar dan meluas di lingkungan mahasiswa, karena mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Memurut AKBP Ahmad Def Yudi, bahwa potensi penyebaran Paham Radikalisme ada dimana- mana, tidak hanya di lingkup mahasiswa sehingga di harapkan bisa lebih peka terhadap lingkungan, seperti para senior dan dosen untuk melihat hal tersebut.

“Para senior mahasiswa maupun dosen diharap bisa melihat itu (Potensi penyebaran Paham Radikalisme,-red), agar mereka bisa terhindar dari pengaruh Paham Radikalisme,” terangnya.

Dengan adanya penyuluhan dari Direktorat Intelkam Polda Lampung, diharapkan para mahasiswa baru mempunyai daya tangkal dan daya lawan terkait dengan penyebaran paham radikalisme, karena itu merupakan ancaman bangsa.

“Itu ancaman untuk kita semua, jika sudah terkena Paham Radikalisme akan selalu menggunakan kekerasan, jika berpendapan akan menggunakan kekerasan,” pungkasnya. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed