Ruwa Jurai

DPRD Balam Paripurnakan BPR Bank Pasar

DPRD Bandar Lampung rapat paripurna.

foto: istimewa
Bandar Lampung, Lintasberita- DPRD Kota Bandar Lampung menggelar rapat paripurna dalam rangka pandangan umum fraksi atas Raperda tentang APBD Kota Bandar Lampung tahun anggaran 2019 dan Raperda tentang perubahan bentuk badan hukum dan nama perusahaan daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Pasar menjadi perseroan terbatas Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Waway Karya. Rapat ini digelar di Ruang Sidang DPRD kota Bandar Lampung, Selasa (18/9).

Pada kesempatan itu, hadir Walikota Bandar Lampung Herman Hn, jajaran Forkopimda, para Asisten dan Kepala Dinas dilingkungan Kota Bandar Lampung, para Akademisi, tokoh adat, tokoh agama, dan para wakil rakyat di kota Bandar Lampung, serta semua undangan yang hadir.

Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi DPRD menyetujui atas pembentukan sejumlah rancangan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung tahun 2019 dan raperda perubahan bentuk badan hukum dan nama Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pasar menjadi Perseroan Terbatas (PT) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Waway Karya.

Perwakilan fraksi PDI-P Julius Gultom, mengungkapkan dalam perancangan APBD tahun 2019, penggunaan anggaran lebih menekankan disektor sosial, seperti jaminan kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infraktrutur.

“Kami (fraksi PDI-P), sangat mendukung apapun yang dilakukan Bapak Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN, karena dalam perancangan APBD, panggunaan APBD masih menekankan disektor sosial,” ungkapnya.

Julius Gultom juga mengapresiasi Walikota Bandar Lampung atas diraihnya Penghargaan Piala Platinum sebagai Kota Potensial Katagori Infrastruktur yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Jumat (14/9/2018) di Jakarta. “Selamat untuk Walikota Bandar Lampung, atas diraihnya penghargaan piala platinum sebagai kota potensial kategori infrastrutur, semoga kota Bandar Lampung kedepan akan lebih maju dan sejahtera,” ucapnya.

Fraksi PDI-P DPRD Kota Bandar Lampung lanjut Julius, mempercayai dan mendukung sepenuhnya upaya Pemkot Bandar Lampung memprediksi peningkatan APBD tahun 2019 yang alokasinya memajukan dan menyejahterakan masyarakat. “Prediiksi peningkatan APBD tahun 2019 mencapai Rp2,6 Triliun, dibanding tahun sebelumnya hanya berjumlah Rp2,4 triliun, yang alokasinya untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan gratis, dll yang bertujuan untuk menyejahterakan rakyat Bandar Lampung,” tandasnya.

Sambung dia, untuk perubahan status hukum PD BPR Bank Pasar menjadi PT Bank Waway Karya Lampung perubahan dapat mempermudah mendapatkan tambahan modal karena akan melibatkan masyarakat untuk menjadi pemegang saham. “Kami mendukung atas perubahan status PD Bank Pasar Lampung, menjadi PT. waway Karya Lampung. Semoga dengan peningkatan status tersebut dapat memudahkan penambahan modal usaha karena akan melibatkan maayarakat untuk menjadi pemegang saham,” pungkasnya.

Sementara, Grafeldi Mamesah yang mewakili fraksi PKS juga menyambut positif rencana Perubahan status hukum PD BPR Bank Pasar menjadi PT.Waway Karya Lampung. “Diharapkan mampu mengurangi tingkat ketergantungan BPR ke pemkot. Baik dalam permodalan maupun pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Walikota Bandar Lampung Drs. H Herman HN, MM menuturkan bahwa perubahan status hukum PD. BPR Bank Pasar menjadi PT. BPR Waway Karya Lampung tidak akan menghambat pemberian pinjaman kepada koperasi dan UKM. “UKM dan Koperasi harus lebih maju, jika UKM dan Koperasi maju, maka perputaran roda perekonomian kita akan lebih baik, juga akan mengurangi pengangguran,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

8 + 1 =