oleh

DPRD Lampung Minta PT. Pualam Tunggal Sakti Hentikan Aktifitas

Lintasberita.id- Wakil Ketua DPRD Lampung Fauzan Sibron memperingatkan kembali kepada perusahaan pengembang Perumahan Permata Asri yakni PT. Pualam Tunggal Sakti untuk tidak melakukan aktifitas yang justru akan mebuat suasana semakin keruh.

“Saya berharap kepada pengembang tolong hentikan sementara, untuk menjaga situasi, jangan sampai terjadi hal- hal yang tidak di inginkan,” kata Fauzan kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).

Menurut Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Lampung tersebut, menyarankan kepada PT. Pualam Tunggal Sakti untuk bersama mencari solusi dengan duduk bersama dan bermusyawarah bersama dengan masyarakat.

“Saya juga berharap kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal -hal. diluar hukum, jangan sampai membuat anarki dan lainnya. Kita kedepankan dialog,” timpal Fauzan.

Fauzan menambahkan, DPRD akan memediasi permasalan ini, besyukur jika mediasi bisa berjalan dan terpenuhi dengan baik, namun jika tidak bisa melakukan langkah- langkah hukum lainnya.

“Ya bisa saja masyarakat mengadu, ataupun sebaliknya,” kata Fauzan.

Langkah selanjutnya dari DPRD sendiri hingga saat ini belum bisa di tentukan, lantaran terkendala adanya pandemi virus Corona (Covid-19). Yang sebeumnya akan melakukan pemangilan terhadap pihak PT. Pualam Tinggal Sakti.

“Seminggu setelah Hearing sudah kita agendakan, namun terjadi Corona. Saat itu kita sudah melakukan komunikasi dengan pengembang dan siap. Kita berharap secepatnya,” tutupnya.

Sebelumnya, senada dengan Fauzan Sibron. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung melalui Divisi Ekonomi, Sosial dan Budaya, Sumaindra mengatakan, PT. Pualam Tunggal Sakti untuk tidak melakukan tindakan atau aktifitas.

“Pihak perumahan seharusnya selama proses ini masih berjalan jangan melakukan tindakan- tindakan aktifitas, dan saat diklarifikasi ke pihak perumahan, bahwa itu masih kewenangan pihak perumahan, namun saat ini kami bersama masyarakat masih terus melakukan pendataan lebih masif lagi terhadap proses itu,” kata Indra. Selasa (31/3).

Selain itu, direncanakan, LBH juga akan melakukan somasi untuk proses penyelsaian terhadap masalah tersebut, dan LBH juga meminta kepada pihak perumahan, bahwa sebelum ada proses penyelsaian yang jelas, jangan melakukan aktifitas- aktifitas.

“Karena aktifitas- aktifitas yang dilakukan menyebabkan konflik dibawah,” tutup Indra. (Sug/Har/Tk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed