oleh

Dugaan Intimidasi, LPA Pesawaran Lakukan Pendampingan Keluarga Dio

Ketua LPA Kabupaten Pesawaran Nurul Hidayah.

lintasberita.id- Pasca kecelakaan yang di alami Dio Aditya (14) siswa MTS Al- Hikmah Gunung Kaso Kecamatan Way Lima kini orang tua korban justru merasa tertekan. Hal tersebut di sampaikan Sundari bersama Suaminya M. Niat.

“Saya sekarang jadi takut apalagi Saukani (Pemilik kolam renang Tirta Garden,-red) pernah mengatakan bahwa bisa aja saya datengin kamu orang malem malem,” kata Sundari kepada wartawan. Rabu (14/8/2019).

Sundari mengaku sejak kejadian yang menimpa anaknya, ada beberapa orang yang mengaku keluarga pemilik kolam renang datang kerumahnya. Menurutnya, kedatangan mereka untuk meminta mereka menandatangani surat perjanjian.

“Memang ada orang yang mengaku saudara Saukani menyodorkan surat perdamaian, tapi saya belum mau tanda tangan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pesawaran Nurul Hidayah mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap keluarga korban. Hal ini dilakukan karena adanya intimidasi yang dilakukan oleh pihak pemilik kolam renang terhadap keluarga korban.

“Tidak seharusnya pihak kolam renang tersebut melakukan intimidasi, mengingat hal itu dapat berdampak pada psikologis anak dan orang tuanya,” jelas Nurul Hidayah.

Dirinya juga menyarankan, adanya rembuk pekon antar kedua belah pihak, mengingat tidak ada masalah yang tidak memiliki jalan tengah.

“Kan bisa rembuk pekon terlebih dahulu, jangan maen intimidasi, mencari Dio dan ibunya ke Kampungnya sana, kemudian dibawa menggunakan mobil, kemudian di bawa ke rumah sakit Mitra Husada, memang itu haknya Dio, tapi kan ini ada tekanan,” paparnya.

Dirinya berharap, setelah Dio dibawa ke rumah sakit oleh pihak LPA, dan dijadwalkan akan bertemu dengan dokter bedah hari Senin yang lalu, ada koordinasi pihak kolam renang terhadap pihak LPA kalau ingin membawa Dio berobat.

“Koordinasi lah, jangan tau tau jemput bawa mobil, di bawa ke rumah Syaukani, disuruh menandatangani surat damai, terus dibawa ke rumah sakit, kemudian istri Syaukani bilang jangan mau percaya sama ibu Nurul, dia itu bukan KPAI atau pun LPA, tapi dia itu LSM, itukan bentuk bentuk fitnah, saya ini punya SK loh dari ketua LPA Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan, akan mengungsikan keluarga korban ketempat yang lebih aman, sehingga tidak adanya intimidasi -intimidasi lagi yang diterima oleh pihak keluarga korban.

“Intinya kami akan mendampingi keluarga Bapak Niat dan Ibu Sundari dalam menangani masalah anak kita ini Dio, sampai masalah ini tuntas, baik secara kekeluargaan ataupun jalur hukum,” tutupnya. (Ron)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed