oleh

Dugaan Mark Up Sembako Covid-19, Aparatur Desa Mekar Karya Saling Tuding

Lintasberita.id- Kepala Desa (Kades) Mekar Karya, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur menyangkal jika pembagian sembako dalam rangka tanggap darurat Civid-19 di Dusun Margo Mulyo tidak sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur.

Hal tersebut diungkapkannya saat media ini meminta klarifikasi terkait tudingan bahwa dirinya hanya diperintah oleh Sekretaris Desa (Sekdes) dan Kades.

“Semuanya sudah diatur dengan seksama, mungkin yang berhak menerima sembako tersebut semuanya sudah di data dan tidak ada ceritanya mereka yang saya suruh membagikan sembako itu tidak punya data, kita punya aturan dan itu sudah di atur,” kata Kades Sutrisno, Jum’at (3/7/2020).

Pada hari itu juga, Kades Sutrisno meminta kepada media ini untuk menanyakan langsung kepada orang yang dipercaya untuk melaksanakan pembagian bantuan tersebut.

“Coba kamu tanya Ridwan (Sekdes) semuanya sudah saya serahkan dengan dia, kalau saya enggak mungkin mengurangi jatah warga, karena panenan padi saya banyak enggak habis habis,” kata Kades Sutrisno.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Margo Mulyo, Desa Mekar Karya, Kecamatan Waway Karya keluhkan bantuan sembako dari Pemkab Lampung Timur. Warga mengeluh lantaran jumlah atau volume berbeda dengan bantuan sembako di desa lainnya.

Padahal, bantuan yang dikeluhkan warga di dusun Margo Mulyo tersebut sama- sama merupakan bantuan sembako dalam rangka tanggap darurat Civid-19. Sehingga timbul dugaan adanya permainan dari oknum- oknum dalam mendistribusikannya.

Perlu diketahui, bantuan sembako dalam rangka tanggap darurat Civid-19 yang diberikan oleh Pemkab Lampung Timur yakni terdiri dari beras 10 kg, minyak goreng kemasan 500 mili liter, satu kaleng sarden, 4 bungkus mie instan dan 8 butir telur.

Berdasarkan sumber media ini, M mengatakan bahwa bantuan untuk Rt 03 Rw 03, dusun Margo Mulyo ini sangatlah berbeda, sehingga warga pun mempertanyakan hal itu.

“Kenapa di dusun kami bagi berasnya kok beda dari tempat yang lain, contohnya di desa Tanjung Wangi waktu pembagian beras semua yang dapatnya beras 10 kg dan telor nya 8 butir, tapi di tempat kami cuman beras 5 kg dan telor 3 butir. Kemarin yang bagikan pak Rt,” ungkap dia.

Sementara itu, ketua Rt setempat Muhammad Sobir saat di konfirmasi media ini mengatakan, bahwa dirinya hanya diperintah oleh Sekdes dan Kades.

“Saya cuman diperintah sama pak Sekdes Ridwan sama pak Lurah (Kades) Sutrisno, jadi saya juga tidak punya data mana orang yang berhak nerima, yang saya kasih itu menurut saya wajib menerimanya,” kata Sobir.

Saat hendak dikonfirmasi masalah tersebut kepada Sekdes Ridwan di kediamannya, dia mengatakan belum bisa menjawab persoalan tersebut dan terlihat enggan menjawabnya. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed