Kriminal Mesuji

Fakta Sidang, Keluarga Khamami Mudah Dapat Jatah Proyek

foto: Koko
Khamami (kiri) Taufik Hidayat (Kanan) saat sidang.

lintasberita.id- Sidang lanjutan suap fee proyek insfratuktur Dinas PUPR Mesuji dengan tetdakwa Bupati Mesuji (Nonaktif) Khamami, Sekretaris Dinas PUPR Mesuji Wawan Suhendra dan Taufik Hidayat adik kandung Khamami kembali di gelar di Pengadilan Kelas 1 A Tanjungkarang. Kamis (25/7).

Sidang yang dengan majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Siti Insirah itu beragendakan dengan keterangan saksi. Adapun persidangan lanjutan ini, Khamami dan Taufik Hidayat memberi kesaksian dalam dakwaan Wawan Suhendra.

“Dasar saudara apa meminta paket pekerjaan kepada Wawan (Sekdis PUPR Mesuji,-red), apa.? saudara gak punya kapasitas apapun kok enak minta pekerjaan, jadi bagaimana.?” tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto dengan ketus. “Ya saya minta aja,” jawab Taufik dengan tenang.

Mendapat jawaban seperti itu, Jaksa pun melempar pertanyaan dengan nada tinggi. “Ya dasarnya apa, kan gak punya perusahaan.?” seru Jaksa.

“Ya minta aja ke Wawan (Sekdis PUPR Mesuji,-red),” jawab Taufik dengan enteng. “Apa karena adik bupati.?” potong Jaksa.
“Ya termasuk hal itu,” kata Taufik.

Jaksa pun mempertanyakan bagaiamana bisa Taufik yang notabenya sebagai seorang pedagang tapi bisa ikut proyek, sementara jika mengikuti proyek harus punya modal besar untuk menanggung dulu pekerjaan. “Modalnya dari usaha saya, toko pertanian, sudah cukup,” kata Taufik.

Taufik pun menjelaskan jika pada tahun 2018, ia mendapatkan paket pekerjaan pengadaan batu dengan nilai Rp 9 hingga Rp 10 miliar. “Kalau (modal) Rp 100 juta sampai Rp 500 juta cukup, kan saya gak sendirian sama pak che saudara juga ipar,” terangnya.

Usai persidangan, Jaksa Wawan Yunarwanto mengatakan, bahwa pada sidang kali ini pihaknya juga mengungkap proyek- proyek yang di kerjakan oleh Taufik Hidayat.

“Jadi dia tidak punya perusahaan, tidak punya keahlian, tidak punya potensi tapi dia dengan mudahnya mendapatkan proyek di Mesuji. Ini kan bisa kita menyimpulkan bahwa tidak lah mungkin seseorang yang tidak berkaitan dengan Bupati mendapatkan proyek. Bisa dilihat carut marutnya pengaturan pengeluaran proyek di Mesuji,” ungkapnya saat di wawancarai media.

Dalam persidangan, keluarga Khamami bisa mendapatkan proyek di Mesuji, seperti yang disebutkan oleh Taufik Hidayat yakni Pak Ciek, Nurhayati, Ayi, dan ada nama Ahmadi.

“Mereka meminta dan belum mendapatkan pada 2018, Taufik yang akan mengusahakan, jadi pintunya di Taufik. Taufik ke Wawan (Sekdis PUPR Mesuji,-red), meskipun tidak di usahakan sudah ada plottingnya Bupati dan kerabatnya pasti dapat,” timpal Jaksa. (Koko)

Add Comment

Click here to post a comment

5 + = 9

Lintas Berita di Twitter