Headline Kriminal

Fee Proyek Mesuji, Saksi Mengaku Bertemu Orang Polda

(Foto ; Red)
Tiga orang saksi, Lutfi (putih) memberikan kesaksian (29/4/19)

Lintasberita.id- Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan tiga orang saksi yakni Kasi Jalan Dinas PUPR Mesuji Lutfi Mediansyah, Farihk Basawad supir Bupati (Nonaktif) Khamami, dan Maidarmawan tukang Bakso di Mesuji.

Ketiganya menjadi saksi pada kasus suap fee proyek insfratuktur di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji dengan terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal di ruang Bagir Manan Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin (29/4/2019).

Dalam persidangan, Jaksa dari KPK Ariawan menanyakan terkait lis paket yang menandakan bahwa paket adalah milik instansi, seperti Paket Polda, Paket Kejati, Paket Kejari pada Paket Proyek APBD 2018 Kabupaten Mesuji. “Ini disebutkan ada paket Polda, Paket Kejati, Paket Kejari, ini maksudnya apa?,” tanya Jaksa kepada Lutfi.

“Itu calon pemenang,” jawab Lutfi. JPU Ariawan bertanya kembali “Kan ini instansi kok jadi pemenang?” tanya JPU. “Ya saya gak tahu,” jawab Lutfi.

Kemudian Jaksa kembali bertanya kepada saksi Lutfi terkait pertemuannya dengan salah satu orang di Polda Lampung bersama Wawan Suhendra (Saksi sebelumnya), namun ia membantah.

“Kan anda pernah di ajak pak Wawan menemui seseorang di Polda.?,” tanya Jaksa. “Tidak pak, dia nyuruh saya,” kata Lutfi. ” Dia yang nyuruh, terus anda ketmu.?, tanya Jaksa lagi. “Ketemu pak,” tegas Lutfi.

Jaksa kembali bertanya, itu benar orang Polda.? “Saya gak paham, saya gak nanya dan ketemu sama dia,” kata Lutfi. “Apakah ada di bicarakan tentang proyek.?,” tanya Jaksa. “Saya bilang pelaksanaan sanggup 12% pak, Ooo cuma segitu, ya nanti saya bilang sama Wawan (Menirukan orang dari Polda),” kata Lutfi.

Jaksa kembali bertanya, kenapa proyek Base pengadaan padahal ini akhirnya merupakan proyek pekerjaan Sibron Aziz berbicaranya kepada orang lain. “Gak paham itu loh pak, saya hanya di suruh nemuin itu aja loh pak,” jawab Lutfi.

Keterangan saksi tersebut sangat erat dengan kesaksian Wawan Suhendra pada sidang Senin,(22/4) lalu. Dalam kesaksiannya, bahwa sebelum pelelangan proyek dengan nilai Rp. 9 Milyar, nama proyek dan nilai proyek sudah di tulis (lis) Kapolda.

Saksi Wawan mengaku kesulitan lantaran tidak ada akses masuk ke Polda Lampung. “Saya tidak punya akses masuk ke Kapolda, kemudian di bukakan lah akses kepada AKBP Yoni, apakah dia komunikasi dengan pak kapolda atau gak saya tidak tahu, kata Pak Yoni, Ya sudah sesuai dengan perintah mereka terima bersih minta mentahnya saja,” sebut Saksi Wawan. (Red)

Add Comment

Click here to post a comment

1 + 2 =

 

Lintas Berita di Twitter