oleh

Fee Proyek Mesuji, Saksi Ungkap Antar 40 Juta Ke Rumah Dinas Bupati

Bupati Mesuji (Nonaktif) Khamami saat menuju persidangan

Lintasberita.id- Sidang suap fee proyek di Kabupaten Mesuji dengan tiga terdakwa yakni Bupati Mesuji (Nonaktif) Khamami, Taufik Hidayat adik kandung Khamami, dan Wawan Suhendra Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji, kembali di gelar di Pengadilan Kelas 1 A Tanjungkarang, Senin (24/6/2019).

Dalam kesempatan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan delapan saksi yakni Lutfi Mediansyah Kasi Jalan Dinas PUPR Mesuji bidang Bina Marga, Nyoman Novel Bestara Kepala Seksi Operasional Bina Marga PUPR Mesuji, Made Louis Ravon Kabid Bina Marga Dinas PUPR Mesuji, Tasuri Kabid SDA PUPR Mesuji, Kuntadi Ketua Pokja Konstrusi, Rahmi Pratiwi Kasubag Perencanakan Dinas PUPR Mesuji, Agnatius Sahrijal Kasi Pegendalian PUPR Mesuji, Darul Bafferzone Kepala Bidang Peralatan dan Perlengkapan PUPR Mesuji.

Sidang dengan Majelis Hakim yang di ketuai oleh Hakim Siti Insirah itu, mengungkap adanya sejumlah uang yang diserahkan ke rumah dinas Bupati Mesuji. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu saksi yakni Kabid Bina Marga Dinas PUPR Mesuji Made Louis Ravon.

Saat ditanya oleh Jaksa KPK Subari Kurniawan terkait fee proyek bagian Perumahan dan Pemukiman PUPR Mesuji, saksi mengungkapkan bahwa adanya komitmen fee sebesar 10 % hingga 12 % pada setiap proyek yang dikerjakan oleh rekanan.

“Di Perkim (Perumahan dan Pemukiman), ada fee proyek 12%, tapi penjelasan kepada saya tidak secara rinci, bagaimana cara memintanya kepada rekanan, itu saya tau saat ngobrol dengan Pak Kadis, “Nanti ada komitmen fee 12%” (Menirukan ucapan Kadis,-red),” ungkap Saksi Made.

Saksi juga mengaku, dari beberapa proyek pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan, bahwa ada satu rekanan yang memberikan fee proyek melalui dirinya, namum atas perintah dari Kepala Dinas untuk dihantarkan ke rumah dinas Bupati.

“Ada satu rekanan yang ngasih Rp.40 juta, suruh pak Kadis di bawa ke Rumah dinas Bupati, ya saya bawa kesana” ungkapnya.

Saksi juga mengungkapkan, bahwa uang berjumlah Rp. 40juta itu merupakan fee proyek dari satu rekanan atas pekerjaan pembangunan talut pada tahun 2018.

Usai saksi Made memberikan kesaksian, Khamami membantah, bahwa keterangan terkait pemberian uang Rp.40 juta tersebut tidak benar.

“Pemberian uang Rp.40 juta itu tidak pernah, tidak benar,” kata Khamami. Namun saksi Made tetap pada keterangannya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed