Kriminal

Gelapkan Uang Ponpes, Ahmad Divonis 3 Tahun Penjara

foto: sam

Bandar Lampung, Lintasberita- Terdakwa penggelapan di Pondok Pesantren (Ponpes) Temanggung Jaya Abadi, Ahmad Romadon (26) divonis hukuman 3 tahun kurungan oleh majelis hakim di pengadilan kelas 1 A Tanjungkarang Bandar Lampung. Selasa, (17/7).

Sebelumnya, warga Natar Lamsel itu di tuntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Salahuddin menuntut terdakwa dengan kurungan penjara selama tiga tahun enam bulan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama tiga tahun dipotong masa tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim Novian.

Akibat perbuatannya, terdakwa dikenakan Pasal 374 KUHpidana tentang penggelapan. Sebelumnya, kasus penipuan itu bermula pada saat terdakwa diangkat oleh Ketua Yayasan menjadi staf bendahara di Yayasan Temanggung Jaya Abadi, Bandarlampung sejak 2014 hingga 2017.

Terdakwa bertugas menerima pembayaran dari orang tua wali murid secara rutin, melaporkan dan menyerahkan secara tunai. Selanjutnya, terdakwa berniat memiliki uang serta tidak membuat laporan dan pembukuan. Bahkan terdakwa tidak menyetorkan uang yang telah diterima kepada bendahara yayasan yakni saksi Darmi.

“Terdakwa menggunakan uang untuk kepentingan pribadi. Ada beberapa jumlah perincian uang yang terdakwa terima dan tidak disetorkan. Akibat perbuatannya total secara keseluruhan Yayasan mengalami kerugian sebesar Rp211 juta,” ungkap JPU.

Jaksa dan Terdakwa menerima atas putusan yang di jatuhkan oleh Ketua Majelis Hakim tersebut. (sam)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

+ 3 = 6