Bandar Lampung Kriminal

Hakim Vonis Khamami Tak Goyang Dari Tuntutan Jaksa

foto: ekosam
Sidang putusan kasus suap fee proyek Dinas PUPR Mesuji.

lintasberita.id- Sidang Putusan kasus suap fee Proyek Dinas PUPR Kabupaten Mesuji dengan terdakwa Bupati Mesuji (Nonaktif) Khamami, Sekretaris Dinas PUPR Mesuji Wawan Suhendra dan Taufik Hidayat selaku Kontraktor dan adik kandung dari Khamami digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang, Bandar Lampung. Kamis (5/9/2019).

Sidang dengan Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Siti Insirah itu menjatuhkan vonis kepada ketiga terdakwa secara bersamaan. Namun vonis tersebut tak goyah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya.

Terdakwa Khamami divonis hukuman delapan tahun penjara, denda Rp300 juta subsider lima bulan kurungan dan harus mengembalikan uang pengganti sebesar Rp250 juta. Kemudian, terdakwa Wawan Suhendra divonis pidana penjara selama lima tahun dikurangi selama ditahan dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sedangkan, terdakwa Taufik Hidayat divonis dengan kurungan penjara selama enam tahun penjara dikurangi dengan selama terdakwa di dalam tahanan dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan penjara. Vonis terhadap Taufik Hidayat tersebut hanya berubah pada denda saja, selumnya tuntutan Jaksa yakni hanya Rp100 juta.

Selain vonis penjara dan denda, Khamami juga dijatuhi hukuman dengan dicabut hak politiknya selama empat tahun.

Majelis Hakim menilai, bahwa ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan sebagaimana yang diatur dalam pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Kuasa Hukum terdakwa Firdaus Barus, S.H. mengatakan, bahwa pihanya tetap menghargai putusan yang jatuhkan oleh Majelis Hakim, namun pihaknya menyayangkan Pledoi (Pembelaan,-red) yang diakukan oleh pihak terdakwa tidak masuk dalam uraian pertimbangan Hakim.

“Kita diberi waktu selama seminggu berfikir- fikir untuk menentukan langkah selanjutnya. Keberatan sih karena pledoi kita tidak diuraikan sedekitpun. Seperti diabaikan, hanya tuntutan dan dakwaan saja yang diuraikan,” kata Firdaus. (Eko)

Add Comment

Click here to post a comment

+ 58 = 68

Lintas Berita di Twitter