oleh

Jarang Masuk, Guru SMPN 3 Tuba Udik Tetap Dapat Dana Sertifikasi

lintasberita.id- Meskipun dinilai jarang masuk dan tidak mencukupi ketentuan jam mengajar tatap muka, Kepala Sekolah (Kepsek) Menengah Pertama Negri (SMPN 3) Tulangbawang Udik (Tuba Udik) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) diduga tetap cairkan Dana Sertifikasi untuk dua oknum guru senilai puluhan juta rupiah.

Hal itu tentunya menimbulkan dugaan adanya kerja sama antara Suratno,S.pd selaku Kepsek dan kedua okmum guru untuk mencairkan Dana Sertifikasi tersebut. Dari informasi yang dihimpun, Dana Sertifikasi tersebut yakni milik Dwi Kusuma Wijaya, S.Pd dan Dardanila,S.Pd yang keduanya ditugaskan mengajar di SMPN 3 Tuba Udik sejak tahun 2016 lalu.

Uniknya hal itu justru diakui Suratno yang membenarkan bahwa kedua guru tersebut jarang masuk, namun dirinya tetap mengeluarkan Dana Sertifikasi guru tersebut, lantaran Suratno dan kedua oknum guru itu memang ada kedekatan emosional.

Untuk itu, dirinya tetap mengeluarkan Dana Sertifikasi guru meskipun guru tersebut dinilai jarang masuk dan tidak mencukupi ketentuan jam mengajar tatap muka.

“Ya memang kedua guru itu jarang masuk, seminggu itu paling hanya satu sampai dua hari saja dengan berbagai macam alasan, tapi saya ini serba tidak enak, makanya saya keluarkan Dana Sertifikasi guru itu, walaupun beliau berdua jarang masuk. Soalnya masih temen sekolah dulu,” kata Suratno saat dijumpai diruang kerjanya.

Dirinya menjelaskan, bahwa Dana Sertifikasi tersebut dikeluarkan per Tri wulan (Tiga bulan) dalam satu tahun ajaran, dengan nilai sekitar Rp 9 juta sapai dengan Rp 10 juta untuk satu guru.

“Kalo nilainya sekitar Rp9 juta sampai Rp10 juta ,”beber Suratno.

Suratno mengaku, selama ini tidak bisa berbuat banyak karena posisi beliau yang ada kedekatan emosional kepada kedua guru tersebut.

“Kalau dibilang salah ya pasti salah, soalnya meskipun jam mengajarnya tidak mencukupi tapi dalam pengajuan berkasnya kami buat cukup, agar Dana sertifikasi tersebut cair, tapi di sisi lainya saya juga merasa tidak enak karena memang kenal dekat dengan guru tersebut,” kata dia.

Disinggung terkait tindakan apa saja yang sudah dilakukan olehnya terkait jarang masuknya kedua guru itu, Suratno menjelaskan sudah beberapa kali memberikan teguran, namun tidak pernah di gubris oleh kedua guru yang sudah berstatus PNS tersebut,

“Selama ini kami sudah berupaya menegur beliau berdua atas tindakannya yang jarang masuk kesekolah, bahkan beberapa kali saya datangi kerumah guru itu, namun masih tidak di gubris. Kalaupun mau diberikan tindakan berupa sanksi, saya sendiri merasa tidak enak. Ya mau saya saling ngerti aja lah soalnya beliau berdua juga kan mantan Kepala Sekolah juga,” harapnya. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed