oleh

Jurusan Kehutanan UNILA Bahas Kesehatan Hutan Peer Group Manajemen Hutan

Lintasberita.id- Kesadaran tentang pentingnya kesehatan hutan dalam mencapai pengelolaan hutan yang lestari sampai saat ini masih kurang, terutama pada berbagai fungsi hutan, sehingga permasalahan kesehatan hutan sejauh ini belum mendapat perhatian yang serius.

Sebab itu, Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung (Unila) mengadakan kuliah umum kesehatan hutan, dengan harapan dapat memberikan suatu informasi dari berbagai ilmu dan bertukar pikiran mengenai pentingnya kesehatan hutan dalam rangka pengelolaan hutan berkelanjutan.

Jurusan Kehutanan, mengadakan secara berseri sampai 10 kuliah umum. Pada pertemuan keempat ini mengangkat tema ‘Perkembangan Pemantauan Kesehatan Hutan dalam Rangka Pengelolaan Hutan Berkelanjutan’. Acara diselenggarakan pada, Senin, (24/8/ 2020) secara online melalui Zoom Meeting dan Youtube dengan Moderator Dr. Ir. Slamet Budi Yuwono, M.Si. (Kaprodi Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Lampung).

Dalam sambutannya, Dekan Fakuktas Pertanian Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.S. menyampaikan, bahwa hutan lestari masyarakat sejahtera harus diimplementasikan, sehingga kualitas maupun kuantitas hutan itu harus sehat.

“Tiga pilar yang sangat penting didalam mengelola hutan yaitu ekologi, ekonomi dan sosial. Ketiga pilar tersebut harus berjalan agar kelestarian hutan terjaga,” kata Prof Irwan.

Untuk diketahui, kuliah umum ini mengundang tiga narasumber, yakni Dr. Ir. Supriyanto, DEA (Peneliti Senior SEAMEO BIOTROP/ Keahlian: Bioteknologi dan Fisiologi Pohon), Mujahidin, S.P., M.Si. (Koordinator Pemeliharaan Koleksi Tumbuhan/Tim Analis Kesehatan Pohon Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya – LIPI), dan Dr. Rahmat Safe’i, S.Hut., M.Si. (Pengajar Mata Kuliah Kesehatan Hutan/ Sekretaris Prodi Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Lampung).

Dr. Ir. Supriyanto, DEA menyampaikan, materi dengan judul ‘Penggunaan Forest Health Monitoring (FHM) dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan”, bahwa pengelolaan hutan secara berkelanjutan atau lestari merupakan suatu kebutuhan.

“FHM dapat diterapkan di semua sistem silvikultur untuk mendapatkan data dan informasi yang dapat dipercaya, untuk pengelola dalam mengambil keputusan managemen dalam pengelolaan hutan berkelanjutan,” kata Dr. Supriyanto.

“Selain itu, FHM memerlukan kerjasama dengan berbagai disiplin ilmu untuk mendukung dan memperbaiki teknologi FHM yang mengikuti perkembangan jaman,” timpalnya.

Sementara, Mujahidin, S.P., M.Si menyampaikan materi dengan judul “Manajemen Pohon Berisiko: Penanganan Kerusakan Pohon Menggunakan Alat Sonic Tomograph”. Bahwa monitoring kesehatan pohon sangat penting untuk mengevaluasi kondisi terutama kerusakan yang terjadi pada pohon.

“Hasil evaluasi juga dapat menjadi rekomendasi untuk mengambil keputusan dan menentukan kebijakan dalam penanganan pohon beresiko, serta sebagai upaya mitigasi bahaya pohon yang berisiko mengancam keselamatan manusia,” kata Mujahidin.

Kemudian, Dr. Rahmat Safe’i, S.Hut., M.Si. dengan judul “SIPUT dan SIMANTAN: Penggunaan Sistem Informasi sebagai Instrument Pengelolaan Hutan”, menyampaikan bahwa penggunaan sistem informasi sebagai instrument pengelolaan hutan dapat digunakan.

“SIPUT untuk menilai dan SIMANTAN untuk memantau kesehatan hutan,” kata Dr. Rahmat.

Kuliah umum kesehatan hutan ini diharapkan mampu menjadi media forum transfer informasi, ilmu dan pengalaman yang akan dibagikan kepada seluruh peserta kuliah umum, untuk menjadi bekal mewujudkan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Oleh karena itu, Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan dalam sektor kehutanan sebagai langkah dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Salah satunya dengan mengadakan kuliah umum ini.

“Kuliah umum ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kesadaran semua pihak agar dapat mengimplementasikan metode FHM untuk kelestarian hutan sehingga didapatkan keputusan manajemen pengelolaan hutan yang diperlukan” ujar Susni Herwanti, S.Hut., M.Si. selaku Sekertaris Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. (Rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed