oleh

Kades Mandala Sari Diduga Main- Main Dengan Dana Desa

Lintasberita.id- Dana Desa berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan sumber dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah.

Dana Desa diprioritaskan manfaatnya untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan.

Namun hal tersebut seolah tidak berlaku di desa Mandala Sari Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur. Pasalanya, dalam pengerjaan pembangunan yang menggunakan dana desa, tidak melibatkan warga setempat, namun yang terjadi malah sebaliknya, semua penggalian drainase menggunakan alat berat (Eskavator).

Menurut keterangan salah satu narasumber yang enggan di sebutkan namanya mengatakan, bahwa pekerjaan penggalian siring di desanya menggunakan eskavator, dan setiap meternya warga harus membayar Rp7000.

“Kami disuruh bayar Rp7000 permeter sama sopirnya, dan kata Kades (Kepala Desa), kalau mau dibikin siring nya harus banyar sendiri, kalau enggak mau bayar enggak bakal dibikinin dan akan saya alihkan ke dusun yang lain,” kata sumber. Rabu (6/5/2020).

Menurutnya, di dusun 5 juga di perlakukan sama, yakni harus membayar Rp7000 untuk penggalian siring yang akan di buat drainase. Dan warga juga sempat protes kepada Kades, lantaran tahun lalu tidak seperti itu, namun tidak di indahkan.

Selain itu, lanjutnya. warga juga diminta untuk menanda tangani kertas kosong, tanpa tau maksud dari kegunaan kertas kosong yang di tanda tangani warga tersebut.

“Kertas kosong yang mengidarkan (Berkeliling ke warga) Pamong setempat, katanya tanda tangan ini persetujuan, Pamong nya pun mengatakan diperintah oleh pak Kades. Bahkan kalau warga mau tau apa artinya tandatangan ini, silahkan tanya pak Kades,” kata dia.

Hingga berita ini di turunkan, Kades Desa Mandala Sari Kecamatan Mataram Baru belum dapat di konfirmasi. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed