oleh

Kadis Koar Besih, Dugaan Pungli SMPN 01 Gunung Agung Disoal

Lintasberita.id- Sempat berkoar bahwa tidak akan ada lagi pungutan dana ataupun pungutan liar (Pungli) pada sektor pendidikan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Budiman Jaya kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten setempat seolah mendapat tamparan keras dan dipermalukan dimata umum.

Pasalnya, semua yang dikatakan Budiman Jaya tentang tidak adanya pungutan di dunia pendidikan di kabupaten Tubaba seolah hanya bualan dan omong kosong dengan adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) untuk pembangunan pagar sekolah di SMPN 01 Gunung Agung, Kecamatan Gunung Agung Kabupaten Tubaba, serta penarikan dana tebusan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang secara rutin dilakukan setiap tahun.

Bahkan, saat ditemui diruang kerjanya untuk dimintai tanggapan soal dugaan pungutan liat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Tubaba Budiman Jaya seolah pasang raut wajah dan jawaban yang didapat terkesan kesal dan malu dengan ucapannya sendiri.

“Soal adanya dugaan pungli itu, kita akan liat kalau memang benar adanya pelanggaran maka kita akan bertindak. Tentunya akan kita selidiki terlebih dahulu,” ketus Budiman singkat. Senin (7/9/2020).

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang didapat dari lapangan, beberapa wali murid dan siswa/i yang bersekolah di SMPN 01 Gunung Agung, Kabupaten Tubaba sangat merasa terbebani dengan adanya pembayaran uang bangunan pagar sekolahan, dan parahnya lagi LKS disekolahan tersebut juga dimintai tebusan oleh oknum guru.

Menurut salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, jika penarikan dana untuk pembuatan pagar dilakukan pihak sekolah sejak anaknya berada dikelas VII pada tahun 2018-2019 kemarin berjumlah Rp.200.000 persiswa.

“Itu dibayarkan kepada salah satu oknum guru di SMPN 01 Gunung Agung mas, dan ini berlaku bagi Siswa/i kelas VIII dan IX, sementara untuk siswa/i yang masuk tahun ini tidak lagi membayar,” bebernya kepada awak Media belum lama ini.

Tak hanya itu, lanjut sang sumber, siswa/i pun harus menebus buku LKS kepada guru bidang studi dengan harga yang bervariasi dimulai dari Rp.10.000- 12.000/buku LKS.

“Mau tidak mau kita harus menebus mas karena memang diwajibkan oleh pihak sekolah.” imbuhnya. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed