Daerah Kriminal

Kapolres Pesawaran Sebut Pelaku Masih Berasal Dari “Zona Bebas Narkoba”

foto: im

Pesawaran, Lintasberita- Pelaku penyalahgunaan narkoba masih ada yang berasal dari wilayah ‘Zona Bebas Narkoba’ di Kecamatan Tegineneng. Hal tersebut disampaikan Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi saat ekspose kasus di Mapolres setempat, Selasa (31/7).

Kapolres mengatakan, penetapan Kecamatan Tegineneng sebagai zona bebas narkoba oleh Polres Pesawaran dan Polda Lampung, tampaknya belum sepenuhnya mampu memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Pesawaran.

“Memang sejauh ini masih ada beberapa lokasi pada zona bebas narkoba di Tegineneng ditemukan adanya pengedar maupun pengguna narkoba,” ungkapnya.

Menurutnya, hal itu masih perlu perhatian lebih untuk meminimalisir peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Pesawaran.

“Dari 150 orang yang menjadi peserta zona bebas narkoba memang belum sepenuhnya berhenti bergelut dengan barang haram tersebut, makanya tindakan represif dan penindakan masih terus kita lakukan di daerah tersebut,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menilai program zona bebas narkoba cukup efektif untuk menekan peredaran narkoba di daerah tersebut.

“Zona bebas narkoba ini kan sebenarnya booster untuk stake holder terkait dan masyarakat agar bisa memberikan perhatian lebih dalam upaya pemberantasan narkoba,” ucapnya.

“Dan ini cukup efektif, dari ratusan bandar dan pengguna yang ada di Tegineneng, sekarang mungkin jumlahnya tidak sebanyak itu lagi, bahkan sudah ada pelaku yang tobat dan beralih profesi kepada hal yang positif dan sukses,” timpalnya.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya pun tengah berupaya untuk bisa melibatkan pihak swasta dalam rangka upaya pemberantasan narkoba.

“Kita masih berupaya terhadap perusahaan agar bisa memanfaatkan CSR nya untuk disalurkan terhadap para mantan pengedar dan pengguna narkoba. Sebab kita sejauh ini memang belum ada BLK, makanya kita mau minta perusahaan yang ada agar bisa memberikan pelatihan terhadap para mantan pengguna dan pengedar narkoba agar tidak kembali ke dunia narkoba lagi,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, sanksi terhadap para pelaku tindak pidana narkoba juga dianggap belum mampu memberikan efek jera.

“Memang perlu ada sanksi tegas, jadi mereka harus berhitung antara resiko sama yang mereka dapatkan dari jadi pengedar narkoba, kalau sekarang perhitungan mungkin mereka masih ada keuntungan. Sebab memang hukuman yang ada di negara kita belum efektif dalam memberikan efek jera terhadap pelaku tindak penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Diketahui, selama bulan Juli 2018, jajaran Satnarkoba Polres Pesawaran berhasil mengungkap sebanyak 15 kasus dengan jumlah tersangka ada sebanyak 16 tersangka yang diamankan dari sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Pesawaran. (im)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

− 1 = 7