oleh

Kasus Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah Mandeg, PTPN VII di Demo

lintasberita.id- Puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Keramat Provinsi Lampung menggelar aksi di depan Kantor Direksi PTPN VII, Kedaton Bandar Lampung. Selasa (26/11/2019).

Aksi massa tersebut terkait mandegnya kasus penyimpangan keuangan Negara terhadap pengerjaan proyek- proyek di PTPN VII untuk tahun anggaran 2013 dan 2014, dengan modus operandi mark- up harga kegiatan yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Koordinator lapangan Riswan melalui rilisnya menyatakan, bahwa Aliansi Keramat mengendus rangkaian penyimpangan -penyimpangan yang telah terjadi dalam tubuh perusahaan BUMN sekala Nasional itu. Yakni kuat dugaan adanya manipulasi data yang bermotifkan syarat dengan KKN berjamaah.

Selain itu, adanya dugaan Negara di rugikan sebesar Rp40 miliar pada kegiatan pengadaan instalasi unit Gantry Crane kapasitas siklus 84 T/J dan unit Side Carrier sebagai alat transportasi penghubung Cane Feeding Table Existing pada areal Cane Yard 30×70 meter sampai dengan Kommisioning dan siap di oprasionalkan di pabrik gula Bungamayang, Lampung Utara.

Kasus pengadaan instalasi unit Gantry Crane dan unit Side Carrier merupakan kasus korupsi memang sudah lama di periksa oleh penegak hukum (Kejati Lampung, -red) pada tahun 2016, hingga saat ini kasus tersebut masih menggantung tanpa adanya penetapan tersangka alias mandeg.

Dalam proses awal lelang, adanya dugaan pengaturan dan kongkalingkong antara pihak institusi dan pihak ketiga yang mengerjakan. Dari proses lelang sampai ditunjuk pemenang sudah diatur, bahkan adanya dugaan mark-up pembelian alat tersebut dan tidak baiknya barang telah dibeli oleh pihak ketiga anehnya sudah diketahui barang tersebut adalah barang bekas.

Ditambah lagi adanya kejanggalan dalam proses lelang tidak ada atau tidak diisi kolom harga satuan dan jumlah harga dalam penawaran yang disampaikan oleh semua peserta lelang, hanya menyebutkan sub total bahan, jasa, ongkos angkut, dan sewa Crane.

Akibatnya tidak diketahui perbandingan harga satuan untuk tiap -tiap barang (apple to apple) yang ditawarkan oleh penyedia jasa, nampak jelas sekali adanya dugaan kerjasama dengan panitia lelang yang dibuktikan dengan kesamaan format penawaran termasuk detainya yang menunjukan dokumen lelang dibuat dan dikerjakan oleh orang yang sama.

Aliansi Keramat meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menangkap pihak yang terlibat atas dugaan korupsi yakni Agusti Fajar sebagai Durut PT. Purnama Bohler Technologi pemenang lelang, Manager Bungamayang Sukarnoto, Direktur Pemasaran dan Renbag PTPN VII Rafael Parasian Sibagariang, dan Direktur PTPN VII saat itu Kusumandaru NS. Bersambung- (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed