oleh

Kasus Irigasi Bobrok, Komisi III DPRD Tubaba “Melempem”

lintasberita.id- Setelah bersikeras akan melaporkan kedua proyek irigasi milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun 2019 waktu lalu, ke pihak penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulang Bawang dan Polres Tubaba, nampaknya hanya menjadi isapan jempol belaka.

Setelah Komisi III DPRD Tubaba seolah mulai “Melempem” yang hanya meminta pihak Dinas PUPR Tubaba memperbaiki kedua proyek Irigasi yang sudah dinilai bobrok itu.

“Hasil Hearing komisi III hari ini dengan Dinas PUPR Tubaba sepakat bahwa Dinas PUPR akan memperbaiki pekerjaan Irigasi tersebut pada bulan april tahun 2020 ini,” kata Ketua Komisi III DPRD Tubaba Paisol usai menggelar rapat dengar pendapat (Hearing) dangan Dinas PUPR Tubaba diruang rapat Komisi III. Senin (17/02/2020).

Paisol juga mengatakan, pihaknya akan tetap memantau dan akan meninjau kembali pada pekerjaan tersebut pada bulan April 2020.

“Prediksi dari BMKG, debit air pada bulan April sudah mulai surut, dan di akhir bulan April nantinya kita cek kembali, soalnya hasil peninjauan kami kemaren, kami sudah tahu dimana titik yang sudah rusak. Jika pada waktu yang sudah disepakati tidak juga dibenahi maka akan kita lanjutkan ke penegak hukum,” kata dia.

Paisol menjelaskan, dalam Hearing dengan Dinas PUPR Tubaba, tidak hanya membahas kedua proyek tersebut, melainkan membahas seluruh proyek irigasi tahun 2019, yang diharapkan bisa berfungsi dengan baik dan dapat bermanfaat untuk masyarakat Tubaba.

“Disini juga selain membahas pembangunan irigasi Way Jualow dan Way Bujung Sari Marga, kita juga membahas semua pekerjaan irigasi di tahun 2019 lalu.” timpal Paisol.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas (kadis) PUPR Tubaba Iwam Mursalin mengantakan, siap memperbaiki kembali masalah irigasi Way Juwalow di Tiyuh (Desa) Terang Makmur, Kecamatan Gunung Terang dan irigasi Way Bujung Sari Marga yang terletak di Tiyuh Bujung Sari Marga, Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tubaba.

“Semua irigasi itu akan segera kita perbaiki, tapi untuk sekarang ini masih banyak kendalanya di karenakan curah hujan dan airnya pun masih tinggi. Jadi kita tunggu sampai airnya surut, dari hasil perkiraan BMKG diperkirakan sekitar bulan April 2020 ini, debit air sudah mulai surut dan curah hujan sudah mulai rendah,” kata Kadis PUPR Tubaba.

Di singgung terkait hasil kerja pihak ketiga (Kontraktor) dan siapa yang mengerjakan proyek Irigasi tersebut, Iwan Mursalin enggan memberikan banyak komentar, dirinya hanya menekankan bahwa rekanan harus benar- benar memperbaiki kembali jika ada kerusakan pada proyek Irigasi tersebut.

“Saya kurang tahu siapa yang mengerjakan proyek itu, karena itu sudah sesuai proses lelang, namun siapapun yang mempunyai proyek ini, mau Jin sekalipun kalau pekerjaannya bagus ya bagus tapi kalau jelek ya tetep jelek dan harus diperbaiki,” pungkasnya.

Pembangunan irigasi yang dimaksud yakni irigasi Way Jualow yang terletak di Tiyuh Terang Makmur, Kecamatan Gunung Terang senilai sekitar Rp1,8 Milyar, dikerjakan oleh Cv. Rias Gunung Katun dan peningkatan jaringan irigasi Way Bujung Sari Marga yang terletak di Tiyuh Bujung Sari Marga, Kecamatan Pagardewa dengan nilai Rp1,2 Milyar yang dikerjakan oleh Cv. Cakrawala Construct. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed