oleh

Kasus Penodongan Senpi Oknum Resmob, Ricky Masih Trauma

Lintasberita.id- Kasus penodongan senjata api (Senpi) oleh oknum Anggota Resmob Lampung Timur nampaknya terus bergulir. Ricky Elfando (12), anak dibawah umur ini masih merasakan trauma psikis yang mendalam. Hal tersebut terlihat saat Ricky dimintai keterangan di Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Mapolda Lampung. Jum’at (8/8/2020).

Saat pemeriksaan di Unit PPA Polda Lampung, Ricky di dampingi orang tuanya Herwandi dan istri serta mendapat pendampingan dari LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia) Lampung Timur.

Herwandi mengatakan, akibat kejadian tersebut, putranya saat ini mengalami trauma Psikis, sebagai orang tua ia tentu sangat mengkhawatirkan keadaan Ricky, sebab anak tersebut hingga saat ini masih sangat ketakutan ketika melihat orang asing berbadan kekar dan ketakutan jika melihat orang yang berpakaian seragam Polisi.

“Waktu pemeriksaan, tiba- tiba muncul dua orang anggota Polisi berpakaian dinas lengkap dengan senjata di pinggang masuk ke ruangan pemeriksaan unit PAA, miris secara sepontan Rikcy bangun dari tempat duduknya untuk mencari perlindungan kepada ibunya dan menyembunyikan mukanya dipangkuan ibunya sambil menangis dan ketakutan,” kata Herwandi kepada media ini, Sabtu (8/8).

Menurut Herwandi, sikap Ricky tersebut juga sempat disaksikan oleh LPAI Lampung Timur dan Penyidik Unit PPA, sekitar jam 21.30 WIB pemeriksaan selesai dan hasilnya Unit PPA berjanji akan melaksanakan sesuai dengan prosedur dan melasanakan sesuai dengan SOP penanganan kasus anak di bawah umur.

“Saya selaku orang tua sangat yakin, bahwa permasalahan ini akan benar -benar ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian Polda Lampung dan saya berharap juga kepada penegak hukum agar tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum dan keadilan siapa pun pelakunya, karena kami ini rakyat kecil yang perlu dilindungi oleh negara bukan untuk di intimidasi atau di takut- takuti,” kata Herwandi.

“Saya bersikukuh melaporkan permasalahan ini, kerena bagaimana pun anak saya adalah generasi penerus bangsa dan penerus saya, yang mana masa depannya sangat penting, baik untuk bangsa dan NKRI atau untuk keluarga dan saya menilai perubahan drastis dalam sikap atau mental anak saya,” tutup Herwandi.

Arif selaku pendamping dari LPAI Kabupaten Lampung Timur mengatakan, jika kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur yang diduga dilakukan oleh oknum aparat hukum yang sedang hangat – hangatnya di lampung timu, sudah mulai menjadi trending sejak pertengahan tahun 2020 ini.

Tentu sangat mengagetkan banyak pihak, karena apabila ini benar dilakukan oleh oknum aparat, tentunya ini sangat disayangkan. Hal ini tentunya harus dikaji bersama oleh banyak pihak, apabila ini benar, harus diambil tindakan tegas supaya menimbulkan efek jera kepada oknum lainya untuk tidak melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh oknum aparat tersebut.

“Semata -mata menjaga rasa aman dan kepercayaan terhadap aparat hukum kepada masyarakat, serta anak yang menjadi korban akan cepat pulih. Namun jika kekerasan terhadap anak ini tidak di tangani secara serius, akan dapat menimbulkan dampak sosial yang luas di masyarakat. Jadi kami berharap kekerasan ini haruslah mendapat perhatian besar dari semua pihak yang terlibat,” ungkapnya. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed