oleh

Kejari Bandar Lampung Coba Sidang Video Teleconference

Lintasberita.id- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung hari ini melakukan percobaan persidangan melalui video teleconference. Hal tersebut diutarakan Kasi Intel Kejari Bandar Lampung Idwin Saputra saat melihat persiapan di Aula Kejari setempat. Selasa (31/3/2020).

“Kita melakukan sidang melalui video teleconference, baru hari ini kita bisa melaksanakan, ini merupakan hasil dari tindak lanjut rapat pada hari Senin (30/3) kemarin. Pelaksanaannya baru kita mulai hari ini dengan perkara tindak pidana umum,” kata Idwin.

Idwin menjelaskan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang melaksanakan sidang hari ini sudah berkumpul, Hakim di Pengadilan juga siap dengan alat video teleconference nya, demikian juga dengan yang ada di Rutan (Rumah Tahanan).

“Jadi JPU ada di Kejari, Hakim ada di Pengadilan, dan terdakwa ada di Rutan. Namun sampai jam 12.00 Wib tadi ada kendala di signal yang di Rutan, jadi belum bisa terhubung. Namun kita berupaya sidang secara online ini tetap bisa terlaksana dengan baik,” terangnya.

Masih kata Idwin, untuk saksi yang mempunyai handpone cukup berada di kediamannya untuk memberikan keterangannya, dengan tergabung di aplikasi yang sudah disediakan. Jadi bisa melaksanakan video teleconference dirumah masing -masing.

“Bagi saksi yang tidak memiliki handpone beraplikasi, kita akan koordinasikan dengan Majelis Hakim, apakah cukup kita bacakan BAP nya saja, atau tetap harus dihadirkan karena masing- masing kasus berbeda,” imbuhnya.

Sementara, lanjut Indwin. Jika dalam kasus tersebut butuh kehadiran dari terdakwa, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Majelis Hakim, apakah akan dihadirkan di Aula Kejari Bandar Lampung atau dihadapan Majelis Hakim.

“Untuk penasihat hukum, kita akan rembuk caranya apakah dia akan mengikuti di Pengadilan Negeri atau di Kejari, atau jika berkenan mengambil aplikasi zoom di handpone nya, jadi dimana pun dia berada bisa ikut,” kata Idwin lagi.

Menurut Idwin, persidangan melalui video teleconference terkendala dengan peralatan, lantaran dalam setiap instansi tersebut hanya mempunyai satu perangkat saja. Sedangkan jumlah penanganan perkaranya dalam satu harinya sangat banyak.

“Nah ini terkendala di situ, peralatan sarana dan prasarana, dan kendala yang kedua yakni signalnya. Tapi kita tetap terus menyempurnakan aplikasi ini dan menyempurnakan peralatan, sehingga tidak ada gangguan dalam persidangan,” tutupnya. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed