oleh

Kejati Lampung Dalami Laporan Tujuh Tiyuh Oleh FW-MTB

lintasberita.id- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung mulai mendalami laporan tujuh Tiyuh (Desa) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) terkait dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada pengelolaan Dana Desa.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Lampung, Agus Ari Wibowo, terkait laporan yang diadukan Forum Wartawan Media Harian Tubaba Bersatu (FW-MTB) ke Kejati Lampung beberapa waktu lalu.

“Nanti saya cek dulu (laporan) ya mas, yang pasti akan kami dalami dulu,” kata Ari Wibowo saat dihubungi wartawan melalui sambungan telponnya.

Dikatakan Ari, bahwa setiap laporan yang masuk di bagian penerimaan pengaduan Kejati Lampung, tentunya akan dilakukan pendalaman dan di telaah secara baik.

“Kan ini baru di lapor, nanti saya cek dulu. Kita tampung setiap ada pengaduan dari masyarakat maupun LSM. Kita telaah dulu laporan yang kita terima untuk memastikan benar tidaknya laporan itu,” jelasnya.

Ari mengatakan, tetap akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dan diterima pihaknya.

“Kita liat dulu hasil telaahannya. Apakah hasilnya diserahkan ke bagian Intel atau ke Pidsus untuk menelusurinya,”jelasnya.

Diketahui, ada tujuh Tiyuh yang dilaporkan oleh FW-MTB ke Kejati Lampung terkait indikasi KKN Dana Desa dan Sertifikat Prona yang dipungut biaya. Ke-7 tiyuh tersebut yaitu, Kibang Budijaya, Penumangan, Tirta Kencana, Gunung Menanti, Sumber Rejo kecamatan Tumijajar, Toto Wonodadi, dan Margodadi kecamatan batu putih Batu Putih. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed